Yayuk: Ikebana itu harus sabar, jangan dilakukan saat marah

Bandung.merdeka.com - Mendalami Ikebana sejak 1997 di Jepang, Andajani Trahaju atau lebih akrab disapa Yayuk berucap jika Ikebana tidak bisa dilakukan saat marah, dibutuhkan kesabaran untuk melakukannya.
Sejak mempelajari Ikebana aliran Ohara, wanita kelahiran Magelang 20 Juli 1967 itu mengaku emosinya terlatih. Ia menjadi orang yang lebih sabar dan mampu mengendalikan emosi.
"Ikebana mengajarkan saya untuk lebih sabar, soalnya saat melakukan Ikebana itu kondisi hati harus disaat bahagia," ujar Yayuk kepada Merdeka Bandung, Sabtu (5/3).
Ikebana bukan hanya soal merangkai bunga, ranting, atau lainnya. Dibutuhkan emosi yang tenang hingga akhirnya menghasilkan karya sempurna.
Meski terlihat mudah, sebenarnya Ikebana tidak semudah itu. Butuh waktu bertahun-tahun bagi Yayuk untuk mendapat citarasa keindahan dalam Ikebana.
"Murid saya ada yang dua tahun belajar tapi merasa belum dapet feel-nya. Meski begitu ada juga yang hanya beberapa bulan bisa belajar Ikebana dengan baik. Tergantung personal jadinya kalau belajar Ikebana," papar dia.
Penggagas pameran Ikebana Ohara pertama di Bandung ini pernah belajar di Jepang dan mendapat gelar Masters Thrid Certivicate dari Ohara School of Ikebana di Jepang.
Meski baru perdana menggelar pameran di Bandung, Yayuk sudah aktif mengikuti pameran diberbagai kota. Seperti pada acara "Demo dan pameran Ikebana di Japan Student Center" di Yogyakarta.
Ia juga aktif menjadi pembicara dalam acara-acara seminar yang berkaitan dengan Ikebana. Baginya Ikebana bukan hanya sebuah seni, tapi sudah melekat di dalam dirinya.
"Kepuasannya adalah saya bisa berbagi ilmu kepada mereka yang juga ingin mengetahui dan belajar apa itu Ikebana. Itu sangat menyenangkan bagi saya," tuturnya.
Kini, Yayuk tetap aktif membuka kelas Ikebana aliran Ohara di Jakarta dan Warung Salse Bandung yang terbuka untuk umum. Ke depan Yayuk harap ajang ini bisa menjalin kerjasama budaya Indonesia dan Jepang dengan diselenggarakannya pameran Ikebana.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak