PON selesai, rumput Stadion GBLA rusak segera diperbaiki


Persta pembukaan PON di GBLA
Bandung.merdeka.com - Digunakan sebagai upacara pembukaan dan penutupan, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung menyisakan kerusakan, terutama di bagian rumput lapangan.
Kerusakan terjadi karena panggung wah yang menutupi rumput stadion sehingga mengalami kekeringan. Pemprov Jabar pun menyatakan, PB PON 2016 akan memperbaiki rumput stadion layaknya sediakala sebagai bentuk tanggung jawab.
"Anggarannya sudah ada Rp 400 juta, ini juga berdasarkan perhitungan tim rumput GBLA," kata Sekda Jabar Iwa Karniwa, di Gedung Sate, Bandung, Senin (3/10).
Menurut dia, saat ini tim rumput GBLA tengah memulai proses perbaikan di lokasi. Alokasi anggaran yang sudah disiapkan PB PON untuk menjawab kritikan yang dilayangkan pada pihaknya selaku penyelenggara. "Ini komitmen kami sejak awal dengan manajemen GBLA guna menyediakan anggaran recovery," tuturnya.
"Jangan sampai kasus rumput rusak seperti di tempat lain. Kami bersama pihak GBLA meminta agar masyarakat bisa bersabar karena ini sudah menjadi komitmen," katanya menambahkan.
Kabid Upacara PON Nunung Sobari mengakui setelah perhelatan tersebut rumput GBLA memang mengalami kekeringan sehingga rumput menjadi menguning. "Untuk mengembalikan keadaan seperti sediakala langkah recovery ada 8," tuturnya di tempat terpisah. Saat ini proses perbaikan sedang dilakukan untuk mengembalikan kerusakan yang terjadi.
Langkah pertama adalah pemeriksaan daun, akar serta proses penyiangan. Di proses ini para pekerja tim rumput akan menyisir dan memisahkan rumput yang mati. "Hal ini dilakukan untuk mempermudah dan menyiapkan tunas-tunas baru yang akan tumbuh," katanya.
Kedua pekerja akan melakukan pemampatan dan pemberian nutrisi dimana akan diisi oleh campuran nutrisi tanah. Hal ini menurutnya akan merangsang pemberian nutrisi dan percepatan pertumbuhan tunas baru. "Ketiga dilakukan penyesuaian tingkat keasaman (Ph) tanah dan rekayasa Ph tanah," ujarnya.
Di proses ini juga dilakukan metode rekayasa PH agar rumput jenis zoya mer yang akan ditanam di GBLA mendapatkan medium ideal dan dapat dilaksanakan. "Selanjutnya pemberian nutrisi, lalu pemberian mikroba dan materi organik, proses oksidasi pada rumput baru, penyemaian rumput baru," tandasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak