Ini 3 pemenang lomba lukis cat air Asian Watercolour Expression III

Pemenang lomba lukis cat air Asian Watercolour Expression III Bandung
Bandung.merdeka.com - Pameran lukisan internasional Asian Watercolour Expression III di Bandung diwarnai Lomba Lukis Cat Air. Lomba mensyaratkan peserta melukis langsung di lapangan dalam waktu kurang dari setengah hari.
Sebanyak 58 peserta mengikuti lomba ini. Peserta diminta turun ke lapangan mulai pukul 08.00 WIB – 12.30 WIB, Sabtu (6/8). Penjurian dilakukan pada hari itu juga dan diumumkan pukul 16.00 WIB.
Objek yang yang harus peserta lukis terkait tema pameran yang digelar Indonesia Watercolour Society (IWS) itu, yakni “Halo-halo Bandung”.
Objek mereka kebanyakan gedung-gedung tua yang bertebaran di Kota Bandung. Dari 58 peserta, dewan juri yang terdiri dari tujuh orang seniman mengumumkan tiga orang pemenang.
Berikut adalah tiga nama pemenang lomba berhadiah voucher belanja total senilai Rp 9 juta.
Juara 1 didapat nomor karya 12 yaitu Alfian Arsyi. Alfian berhak mendapat voucher belanja Rp 3 juta, handphone Samsung, dan plakat.
Juara 2 nomor karya 48 yaitu Galuh yang berhak mendapat voucher belanja Rp 3 juta, handphone Lenovo, dan plakat.
Juara 3 Andry nomor karya 33 yaitu Andri Kusnandjaja berhak mendapat voucher Rp 3 juta plus plakat.
Ketiga juara tersebut menggambar bangunan-bangunan klasik peninggalan Eropa yang ada di sekitar Jalan Braga, Bandung.
Anggota dewan juri, Yus Arwadinata menjelaskan, proses penjurian dilakukan cukup ketat. Dewan juri hanya menerima karya dan nomor karya, tanpa nama peserta.
“Kita hanya terima karya dan nomor saja, jadi tidak tahu siapa dan dari mana asal peserta,” kata Yus.
Secara umum, semua karya memiliki kelebihan masing-masing. Hanya saja tiga pemenang memiliki sisi menonjol. Mereka dinilai mampu menonjolkan landmark-landmark Kota Bandung sesuai tema acara.
“Kita minta tentang landmarkBandung, otomatis berkaitan dengan heritage,” kata pelukis cat air asal Bandung ini.
Tetapi ada juga peserta yang melukis PKL. Lukisannya bagus, tetapi PKL merupakan ciri umum kota-kota yang ada di Indonesia.
Mengenai tingkat kesulitan lomba, Yus mengatakan teknik melukis di lokasi langsung tidak dimiliki setiap pelukis.
“Tidak semua pelukis bisa langsung melukis pada saat itu.Lomba ini menuntut spontanitas, melihat, mengamati dengan hati,” tandasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak