Kebun Binatang Bandung sudah aman dikunjungi masyarakat


Bandung.merdeka.com - Kebun Binatang Bandung saat ini sudah aman untuk dikunjungi oleh masyarakat. Berdasarkan pemeriksaan tim dokter hewan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar, Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI) dan Kebun Binatang Bandung, kondisi kesehatan hewan di Kebun Binatang Bandung secara umum tidak ada masalah. Hanya saja pihak pengelola harus melakukan perbaikan tehadap sarana dan prasaranya terutama kandang hewan.
Sekjen PKSBSI Tony Sumampauw menuturkan, pemeriksaan terhadap sejumlah satwa di Kebun Binatang Bandung telah dilakukan sejak Senin (16/5) lalu. Dari hasil pemeriksaan tersebut kondisi kesehatan hewan tidak ada masalah, sehingga aman untuk dikunjungi.
"Pada umumnya dari sisi kesehatan tidak ada masalah kebun binatang ini. Tidak menakutkan untuk bisa menularkan kepada pengunjug," ujar Tony kepada wartawan di Kebun Binatang Bandung, Kamis (19/5).
Namun demikian, kata Tony Kebun Binatang Bandung harus tetap melakukan perbaikan terhadap sarana dan prasarananya terutama kandang hewannya. Sebab dari pemantauan di lapangan, kondisi sebagian kandang dinilai sudah tidak layak.
"Kandang gajah atapnya kan bisa kita lihat kan nggak ada peneduh hujannya. Sehingga kalau hujan kehujanan. Kandang rusa juga. Ada beberapa kandang lah," katanya
Menurut Tony kondisi inilah yang menjadi penyebab kondisi kesehatan hewan di Kebun Binatang Bandung menurun. "Karena akibat becek kelembabannya tinggi jadi permasalahannya banyak apakah paru-paru, kakinya kerendam air terus terutama zebra dan lainnya," ucap Tony.
Untuk itu pihaknya sudah meminta kepada pihak pengelola untuk segera memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak.
"Kita bersama tim dokter membantu mengecek kesehatan hewan dan tim dari Kebun Binatang Bandung harus sadar diri memperbaiki sarana kandang yang banyak sudah tidak layak lagi dan itu menjadi bagian semua kerja sama. Kita bersama supaya kebun binatang ini menjadi yang jaya lagi. Kami usahakan tiga bulan memenuhi kriteria kandang itu harus sudah selesai," ungkapnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak