Aksi diet kantong plastik, Dulux gelar Rampok Plastik


Bandung.merdeka.com - Dulux berkolaborasi dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) menggelar kegiatan #RampokPlastik di tiga titik yakni Jalan Asia Afrika, Jalan Braga, dan Jalan Cikapundung Timur, Minggu (24/4).
Sampah plastik dianggap sebagai salah satu yang paling berbahaya di bumi karena dibutuhkan waktu yang lama untuk menguraikan komponen kimianya.
Dengan dikeluarkannya peraturan baru mengenai kantong plastik oleh pemerintah Indonesia, AkzoNobel perusahaan cat dan pelapis terkemuka serta produsen Dulux berkolaborasi dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) untuk meningkatkan kesadaran dengan mengurangi pemakaian kantong plastik.
Dimulai dari tanggal 21 April serangkaian kegiatan diselenggarakan untuk merayakan Hari Bumi dan akan ditutup hari ini (24/04) dengan aktivitas #RampokPlastik di Alun-alun Kota Bandung, Jl. Asia Afrika dan Jl. Cikapundung Timur di Bandung.
Kegiatan Rampok Plastik bertujuan untuk mengajak orang-orang lebih sering menggunakan tas reusable dibandingkan kantong plastik dengan cara merampok kantong plastik yang dibawa dan menukarnya dengan tas reusable.
"Sangat membanggakan melihat karyawan AkzoNobel dan para sukarelawan merelakan akhir pekan mereka untuk menunjukkan dukungannya melindungi lingkungan hidup bersama-sama dengan GDIKP. Keberlanjutan (sustainability) merupakan bagian integral dalam setiap kegiatan kami di AkzoNobel. Keberlanjutan (sustainability) sendiri sudah menjadi dorongan besar dalam bisnis kami melalui Planet Possible dan kami harap akan lebih banyak orang bergabung dengan kami untuk melindungi lingkungan hidup," kata Anastasia Tirtabudi, Head of Brand and Consumer Marketing PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints), Minggu (24/4).
Karyawan AkzoNobel dan sukarelawan bersama-sama membagikan tas reusable untuk melindungi lingkungan hidup. Secara internal, AkzoNobel sudah membagikan tas reusable kepada 350 karyawan AkzoNobel di Indonesia.
"Sebagai pemimpin di bidang keberlanjutan (sustainability), kami percaya kami harus menerapkan kebiasaan menggunakan tas reusable terlebih dahulu sebelum kami mengajak orang lain untuk melakukan hal serupa," ungkap Anastasia Tirtabudi.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Greeneration pada tahun 2016, sampah plastik di Indonesia sudah mencapai 4.000 ton per hari, yang sebagian besar terdiri dari kantong plastik.
"Konsumsi kantong plastik di Indonesia memang tinggi dan memerlukan usaha gabungan dari pemerintah, komunitas, dan sektor swasta serta publik untuk mengatasi masalah ini. Kami benar-benar berterimakasih atas kolaborasi bersama AkzoNobel untuk melindungi lingkungan hidup dan mengajak orang-orang untuk memakai tas reusable. Kami berharap akan lebih banyak orang bergabung dengan kami untuk mengatasi masalah lingkungan ini," kata Nadine Zamira, Co-Founder Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik dan Miss Earth 2009.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak