Tangani sampah Pemkot Bandung hadirkan TPST canggih di Tegalega

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Penanganan sampah menjadi salah prioritas Pemkot Bandung. Pemkot Bandung melalui PD Kebersihan terus melakukan inovasi untuk penanganan sampah. Salah satu inovasi yang dilakukan yakni dengan membuat Tempat Pembuangan Sampah Sementara Terpadu (TPST) dengan memanfaatkan teknologi biodigester dan mesin pres dan tempat pemilahan sampah anorganik di Tegalega.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, TPST ini merupakan yang kedua yang dimiliki Kota Bandung setelah di Gedebage. Pria yang akrab disapa Emil ini menyampaikan, fasilitas canggih hadir kembali di Kota Bandung yaitu pengelolaan sampah menggunakan teknologi.
"Fasilitas ini paling canggih, dengan menggunakan mesin pres sehingga sampah yang ada menjadi lebih kering dan tidak terlalu berat," ujar Emil.
Menurutnya, teknologi tersebut sangat canggih, karena dapat mereduksi angkutan sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) hingga 50 persen. Teknologi canggih tersebut bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena, hasil dari pemadatan sampah itu akan menghasilkan air. Air tersebut bisa dipilih antara dibuang dan dimanfaatkan menjadi gas.
"Nah dari pada air itu dibuang dan menjadi bau, lebih baik di manfaatkan menjadi gas. Sehingga mesin ini lebih ramah lingkungan dan memiliki manfaat yang banyak," katanya.
Dia berharap, teknologi tersebut ada di beberapa titik kota Bandung. Minimal, Kota Bandung memiliki empat TPST.
"Bandung idealnya harus punya empat seperti ini. Tahun ini atau tahun depan Insya Allah terlaksana sehingga sampah di Bandung lebih minim," ungkapnya.
Sementara itu, Dirut PD Kebersihan Kota Bandung, Deni Nurdyana menyampaikan, teknologi instalasi biodigester di TPST Tegallega diperuntukkan untuk mengelola sampah organik yang masuk sehingga dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA.
TPST Tegallega menampung sampah dari 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Regol, Sumur Bandung, Lengkong dan Astana Anyar. Kapasitas TPST bisa menampung sampah sebanyak 180 meter kubik per hari. Jika diperkirakan hampir 10 truk atau 50 ton per hari.
"Jumlah itu yang sudah direduksi. Jadi dengan jumlah tersebut kita bisa meringankan sampah yang akan di kirim ke TPA," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak