Masyarakat Jabar diminta matikan listrik minimal satu jam setiap hari

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar
Bandung.merdeka.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta masyarakat Jawa Barat untuk menjalankan kebiasaan baru, yakni mematikan lampu dan peralatan elektronik minimal satu jam setiap hari pada jam kerja.
“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk, satu, mematikan lampu dan seluruh peralatan elektronik yang tidak digunakan minimal satu jam setiap hari,” kata Deddy, melalui siaran pers yang diterima Merdeka Bandung, Minggu (20/3).
Pesan tersebut disampaikan terkait Earth Hour Tingkat Provinsi Jawa Barat di Halaman Gedung Sate Sabtu, Bandung, (19/3) malam.
Pesan kedua, kata Deddy, masyarakat harus mulai mengganti lampu dengan lampu yang hemat energi. “Kemudian yang ketiga, menyebarluaskan berbagai informasi tentang penghematan energi melalui jejaring sosial yang dimiliki,” ujarnya.
Ia mengklaim, Earth Hour di Jawa Barat tiap tahunnya menghemat listrik sangat besar. Pada 2012, Earth Hour menghemat listrik sekitar 60 Mega Watt (MW), pada 2013 sebesar 70 (MW), pada 2014 dan 2015 sebesar 80 (MW).
Ia berharap penghematan listrik terkait pelaksanaan Earth Hour tahun ini akan semakin besar dan meluas dilakukan seluruh lapisan masyarakat Jawa Barat. Ia juga mengajak masyarakat dan dunia usaha di Jawa Barat untuk berpartisipasi mengikuti tiga pesan yang disampaikannya terkait kampanye Earth Hour.
“Kita juga harapkan pelaku bisnis seperti developer untuk menghimbau para penghuni di kawasannya untuk melakukan kegiatan Earth Hour ini. Barang kali di kawasan industri yang begitu banyak energi listrik juga melakukan kegiatan yang sama. Saya kira ini akan lebih besar efisiensinya dibandingkan tahun-tahun yang lalu,” paparnya.
Ia menyebutkan, pelaksanaan Earth Hour 2016 diikuti serentak oleh 13 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Menurutnya, Earth Hour bukan sekedar mematikan lampu dan peralatan elektronik selama satu jam. Earth Hour sebagai simbol bahwa tindakan sederhana yang dilakukan seseorang berdampak sangat besar bagi perbaikan lingkungan jika dilakukan bersama-sama.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak