'Saya bukan orang kaya tapi hobi saya mahal'

user
Mohammad Taufik 17 Januari 2016, 16:57 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Tenda Kakara Merchandise cukup menarik perhatian para kontestan lomba burung berkicau yang digelar di di Hutan Kota Babakan Siliwangi, Bandung, Minggu (17/1). Tenda tersebut tidak menawarkan burung atau pakan burung, melainkan beragam t-shirt dengan desain beragam jenis burung kontes.

Stand Kakara Merchandise menampilkan beragam kaos dengan desain unik, denga model utama burung kontes seperti burung Murai Batu, Love Bird, Kacer. Tiga burung ini menjadi desain paling populer di kalangan pecinta burung.

Beberapa desain diberi tulisan guyon, misalnya 'saya bukan orang kaya tapi hobi saya mahal' dengan model burung Love Bird yang sedang tegak berkicau. Tulisan tersebut menunjukkan betapa besarnya uang di balik hobi memelihara burung berkicau.

"Murai Batu, Love Bird, Kacer paling populer jadi desain kaos karena ketiganya burung mahal, apalagi kalau juara kontes, harganya bisa sampai ratusan juta," terang pengusaha Kakara Merchandise Safii (35), Minggu (17/1).

Ayah dua anak itu mengaku sudah dua tahun menggeluti bisnis kaos dengan desain burung. Sasarannya jelas, yaitu para penggemar burung berkicau. Di mana ada kontes burung, Kakara Merchandise selalu membuka tenda jualan kaos.

Harga kaos yang ditawarkan cukup kompetitif, Rp 90.000. Bahannya katun Combat 24 S dengan ketebalan sedang. "Kalau dipakai adem," jelasnya.

Selain itu ia juga menjual sweater dengan desain burung yang harganya Rp 170.000. "Kalau sweater kita produksi terbatas, terutama pesanan."

Kakara Merchandise memproduksi produknya di Cibiru, Bandung. Di sana perusahaan yang dijalankan tiga orang ini membuka Kakara Mercendise: Konveksi dan Sablon, serta toko bernama Galeri Etalase.

Mereka juga memasarkan produknya secara online lewat Facebook dan Blackberry. Dalam sehari, produk yang mereka jual tidak tentu. Jika membuka stand dalam lomba, Kakara Merchandise bisa menjual sampai di bawah 100 pcs.

"Kalau sehari-hari kadang satu pcs kadang juga 10 pcs, tidak pasti yang namanya dagang mah," terang Safii.

Kendati demikian, ia mengaku sudah mengirim produknya ke berbagai daerah di Indonesia, terutama kepada para penggila burung berkicau. "Kalau burung kan di seluruh Indonesia ada komunitasnya. Jadi kita optimis dengan bisnis t-shirt ini," ujarnya.

Ia menurutkan, awalnya membuka bisnis t-shirt musik underground. Namun karena terlalu banyak saingan, akhirnya ia banting setir dengan memproduksi t-shirt bagi para pecinta burung.

"Awalnya kita mendapat pesanan kaos burung dari Jawa Tengah. Sejak itulah kita menghentikan kaos musik dan mulai fokus ke kaos burung," tuturnya.

Kredit

Bagikan