Banyak Digemari di Negaranya, Warga Korea Selatan Ingin Belajar Olah Kopi di Bandung

user
Endang Saputra 09 Januari 2019, 18:12 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung menerima kunjungan perwakilan Universitas Sungkyul Kota Anyang Korea Selatan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (9/1). Kedatangan mereka ke Kota Bandung yakni untuk menjajaki rencana kerjasama untuk mendirikan pusat edukasi tentang kopi.

Rektor Universitas Sungkyul, Dong Cheol Yoon mengataka, rencana kerja sama telah digagas sejak tahun lalu. Pihaknya mengetahui bahwa Bandung juga merupakan pusat perkembangan kopi di Jawa Barat. Ada banyak perkebunan kopi di Jawa Barat dan ekosistem pasar kopi sudah terbentuk dengan baik di Kota Bandung.

"Warga Korea sangat menyukai kopi, terutama kalangan menengah ke atas. Mereka senang saat ditawari kopi dari Indonesia," ujar Cheol.

Dengan adanya pusat edukasi kopi ini kata dia akan menjadi pembuka jalan agar pasar kopi Jawa Barat dapat diperluas hingga ke mancanegara. Cheol mengaku akan membawa turis-turis dari Korea Selatan ke Bandung untuk belajar tentang kopi, dari mulai penanaman hingga pengolahan.

"Kita ingin mengajak mereka untuk tahu bagaimana kopi-kopi yang mereka minum ini ditanam, diolah sehingga memiliki cita rasa yang baik. Itu akan mendatangkan banyak wisatawan, mereka akan membeli kopi-kopi dari sini," kata dia.

Nantinya, para peserta ini tidak hanya akan mendapatkan pengalaman tentang penanaman dan pengolahan kopi tetapi juga akan dilatih secara profesional oleh lembaga khusus. Sehingga setelah selesai mengikuti program, para peserta bisa langsung memperoleh sertifikasi.

Sementara itu Wali Kota Bandung Oded M Danial mengaku menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, hal itu dapat mengangkat potensi kopi dan pariwisata di Bandung ke mancanegara.

"Idenya saya sangat setuju. Ini sangat baik menurut saya, tinggal eksekusinya harus baik," ucap Oded.

Salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah pengemasan program yang profesional. Manfaat program ini juga harus dirasakan tidak hanya oleh peserta program tetapi juga warga setempat, para petani, dan warga Bandung pada umumnya.

"Insya Allah dengan kolaborasi yang baik, segala kebaikan bisa hadir," katanya.

Kredit

Bagikan