Pasangan Nurul Arifin-Ruli berencana bangun museum sejarah musik di Bandung

user
Endang Saputra 10 Maret 2018, 09:56 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Pasangan Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat (Ruli) memiliki keberpihakan besar untuk memajukan dunia musik di Kota Bandung, sebab selama ini Bandung dikenal sebagai gudangnya musisi, sudah seharusnya memberikan tempat yang istimewa dari pemerintah kota.

Pasangan nomor urut satu ini akan membangun Museum Digital Sejarah Musik Indonesia jika terpilih menjadi wali kota dan wakil wali kota Bandung 2018-2023. Calon wakil wali kota Bandung Ruli menyebut hal tersebut sebagai salah satu cara untuk menghargai para musisi.

"Karya musik talenta Bandung ini kekal. Kami ingin mereka terus dikenang. Ketika warga atau wisatawan ingin mengenang masa lalu mereka, nanti tinggal datang ke museum musik itu, dan nikmati kebahagiaan di sana," ujar Ruli saat menggelar kampanye di Kp 1
Pasantren RT 04/03, Kelurahan Kujang Sari, Kecamatan Bandung Kidul, Jumat (9/3).

Ruli menjelaskan, pasangan Nuruli sudah menjanjikan di dalam visi misi, bahwa mereka akan membuat Museum Digital Sejarah Musik Indonesia. Sebab, perkembangan musik Indonesia banyak disumbangkan pergerakan orang Bandung yang lahir dan berkiprah di kancah nasional dan internasional.

Saking dekatnya dengan musik, Ruli sejak lama telah membentuk Bandung Music Council, sebuah perkumpulan para musisi yang banyak menentukan arah perkembangan musik Indonesia. Bandung Music Council biasa berkumpul di cafe Butterfield milik Ruli, di kawasan Dipatiukur. Dari komunitas itu, banyak bermunculan ide untuk mengabadikan karya-karya para musisi agar bisa dinikmati para pecintanya saat mereka rindu.

"Mereka orang yang harus dihargai dan diapresiasi. Kalau tidak mendapatkan penghargaan, ya, minimal kita catat dalam sejarah. Jadi kita akan punya sejarah musik Indonesia di Kota Bandung," ujarnya.

Dari rancangan yang telah ia konsep, museum digital akan dilengkapi perangkat mutakhir untuk memutar lagu para musisi. Para musisi yang masih berkarya akan diajak memberikan tanda tangan dan cetakan tangan, serupa perekaman yang ada di Wall of Fame atau The Hollywood Walk of Fame.

Sejumlah area akan dibagi sesuai genre. Ruli juga akan bekerja sama dengan seniman hiper realis yang bisa membuat patung musisi mirip patung lilin di Museum Madame Tussauds.

"Misalkan ada spot untuk patung Harry Roesli, di sebelahnya ada monitor digital, dibuka biografinya, diskografinya, ada beberapa tokoh musik lain yang utamanya orang Bandung," ungkap anak dari mantan Menteri Perindustrian MS Hidayat ini.

Selain museum, pasangan Nuruli juga akan membangun sudut-sudut musik di banyak wilayah di Kota Bandung. Dengan beragamnya genre, ia berharap ruang di sudut itu akan menjadi ikon baru wisata Kota Bandung. Dengan pembagian aliran musik, wisatawan dapat memilih tujuan wisatanya sesuai selera lagu yang mereka inginkan.

"Kita pengen ada khas di sudut-sudut kota, misalkan di wilayah sini metal, di sana rock, di sebelah lain jazz, dangdut, dan itu akan dikunjungi spot tersebut termasuk space bermusik di taman-taman musik. Jadi atraksi wisata Bandung enggak hanya kuliner saja, tetapi juga musik," kata Ruli, yang juga merupakan vokalis band Siropleci itu.

Kredit

Bagikan