Yossi dekati generasi millenial, Aries blusukan ke pemukiman kumuh

user
Endang Saputra 26 Februari 2018, 17:18 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Generasi milenial akan menjadi salah satu fokus sasaran kampanye pasangan Yossi Irianto-Aries Supriatna. Terlebih lagi 30 persen pemilih di Bandung berasal dari kalangan anak muda.

Calon Wali Kota Bandung Yossi Irianto mengatakan, pihaknya berencana akan membuka sebuah tempat bernama Cafe Hebring di kawasan Braga. Tempat ini nantinya akan menjadi ruang kumpul bersama anak muda untuk berdialog mengenai persoalan dan tempat untuk menyampaikan aspirasi terkait Kota Bandung.

"Jadi nanti Cafe Hebring akan dilaunching di Braga. Tempat ini sebagai tempat pertemuan, dialog-dialog, mengundang berbagai kalangan anak muda untuk menampung masukan, dari mereka," ujar Yossi kepada wartawan saat ditemui di Jalan Patuha,Senin (26/2).

Pasangan nomor urut 2 ini, rencananya, Cafe Hebring akan diresmikan pekan depan. Nantinya akan diisi kegiatan dengan mengundang anak-anak muda di Kota Bandung secara rutin.

Yossi mengungkapkan bahwa generasi milenial memiliki posisi yang cukup penting. Apalagi berkaitan dengan bonus demografi pada tahun 2030 nanti. Sehingga, pihaknya harus memberikan ruang untuk berdialog dengan kalangan anak muda ini.

"Kalangan muda ini akan memberi kontribusi terhadap kaitan bonus demografi 2030 nanti. Apalagi Bandung saya melihat dari 30 persen pemilihnya adalah anak muda. Jadi kalangan milenial ini adalah kelompok yang harus diajak dialog," katA dia.

Lebih lanjut Yossi mengatakan, penguatan di sektor ekonomi kreatif akan menjadi salah satu program yang akan dijalankannya jika terpilih memimpin Bandung.

"Ketika era Kang Emil sudah sangat mendapat porsi khusus ekonomi kreatif. Jadi bagaimana mempertahankan ekonomi kreatif ini," ucap mantan Sekda Kota Bandung ini.

Rehab rumah nenek dan 4 cucu yang hampir roboh

Sementara itu, Aries Supriatna kembali menggelar kampanye dengan blusukan di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Senin (26/2). Di sela kegiatan blusukannya, Aries berkesempatan menyapa warga yang kondisi rumah tinggalnya sudah tidak layak huni. Rumah tersebut milik Mak Enoh (80).

Atap dan dinding rumah yang terbuat dari bilik bambu itu tampak bolong di mana-mana. Tiang penyangga dan kusen-kusen rumah juga tampak sudah keropos. Beberapa tiang dan kusen bahkan terlihat sudah miring dan patah.

Kepada Aries, Mak Enoh menceritakan dirinya tinggal di rumah reyot yang nyaris ambruk itu bersama empat orang cucunya. Ia mengurusi keempat cucunya yang masih kecil-kecil seorang diri. Suaminya sudah meninggal. Cucu terbesarnya berusia 15 tahun. Cucu paling kecil berusia 2 tahun. Si bontot adalah bocoh perempuan bernama Ira.

"Ibunya kerja di Malaysia. Anak saya yang lain tinggal di Bogor. Saya mengurus keempat cucu saya seorang diri. Ini cucu saya paling kecil," ujar Nenek Enoh bertutur dalam Bahasa Sunda.

Mendengar cerita Mak Enoh, Aries tampak termenung. Suami Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari itu mengaku tidak hanya sekali ini saja menemukan rumah dengan kondisi mengenaskan seperti rumah Mak Enoh. Setiap berkeliling ke gang-gang sempit di Kota Bandung, Aries menyebut dirinya kerap kali menemukan kondisi serupa.

"Anggaran Pemkot sebenarnya besar, tetapi tidak fokus untuk menyelesaikan persoalan sosial seperti ini. Ke depan hal seperti ini akan menjadi perhatian kami," kata dia.

Aries mengungkapkan, jika terpilih memimpin Bandung, penataan kawasan kumuh dan perbaikan rumah tidak layak huni akan menjadi salah satu prioritas mereka. Aries mengaku ingin memangkas ketimpangan yang terlihat begitu mencolok di Kota Bandung.

"Yang akan kami selesaikan bukan hanya rumah per rumah. Tetapi kawasan kumuhnya. Masyarakat harus tahu bahwa ternyata di Kota Bandung masih banyak rumah yang kondisinya sangat mengenaskan seperti ini. Ini sebuah ironi. Inilah bukti kalau di Kota Bandung kesenjangan masih sangat tinggi," katanya.

Kredit

Bagikan