Kampanye #AnakAman manfaatkan media sosial

user
Farah Fuadona 07 Agustus 2017, 10:40 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Kehadiran media sosial menghadirkan banyak manfaat karena mampu memudahkan segala urusan. Namun, disamping dampak positif yang dirasakan, ada pula dampak negatif. Khususnya bagi anak-anak yang belum bisa mengetahui mana yang baik dan yang buruk, penggunaan media sosial harus diawasi betul khususnya oleh orangtua.

Memastikan anak aman menggunakan media sosial yayasan Jaringan Relawan Independen (JaRI) akan memulai kampanye #AnakAman di media sosial. Untuk mendukung Program #AnakAman, dilakukan pula serangkaian aktivasi ke sekolah dasar yang akan secara langsung melibatkan siswa, guru dan orang tua.

Didukung penuh oleh Rotary Club Bandung Utara (RCBU) dan bekerja sama dengan Titik Titik Studio juga Media Reka Citra Digital Storyteller (MRC Storyteller) akan mendatangi tiga (3) sekolah dasar di Bandung.

Sejak tahun 2011, JaRI telah melaksanakan program komprehensif peningkatan kesehatan reproduksi baik preventif promotif, maupun pendampingan korban kekerasan. Di tahun 2017 ini, JaRI mencoba metoda baru dalam melakukan pencegahan melalui media digital.

“Seringkali para ahli, orangtua ataupun masyarakat luas mengeluh tentang bahayanya media sosial bagi anak. Namun kami JaRI, mengibaratkan medsos itu sebuah sungai yang mengalir deras dan namanya juga anak-anak, pasti ingin berenang di sana. Di tengah derasnya informasi buruk, kami ingin menuangkan informasi baik ke sungai itu. Terutama untuk orangtua yang pasti mainan medsos.” ungkap Dr. Hanna Presiden RCBU kepada Merdeka Bandung, kemarin.

Pemanfaatan digital, dalam hal ini media sosial dan website bertujuan untuk menyebarluaskan informasi kegiatan JaRi, menyediakan informasi seputar kesehatan reproduksi, menyajikan hasil riset tentang kekerasan pada perempuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi, baik perempuan maupun lelaki.

Saat ini informasi yang tidak akurat di media sosial mudah diakses oleh anak-anak termasuk kekerasan seksual. Di sisi lain orang tua masih tabu membahas masalah kesehatan reproduksi. Oleh karena itu menambah konten edukatif, ramah anak dan bermanfaat untuk orang tua diharapkan bisa mengurangi kejadian kekerasan dan pelecehan seksual. Penyuntingan konten ini dilakukan bersama-sama dengan dukungan MRC Digital Storyteller.

Selain MRC Storyteller, JaRI bekerja sama dengan Titik Titik Studio (TTS), sebuah studio kreatif berbasis di Bandung, turut membantu mewujudkan terlaksananya kampanye digital #AnakAman dengan membuat laman situs resmi yang menjadi pusat informasi Yayasan Jari. Dengan dukungan profesional TTS, diharapkan konten audiovisual bisa memenuhi kebutuhan sasaran dan bisa mencapai tujuan kampanye dengan optimal.

Rotary Club Bandung Utara (RCBU) sebagai sebuah organisasi kemanusian, turut berpartisipasi dalam mendukung Program #AnakAman. Rotary International di tahun kepengurusan 2017-2018 mengusung tema “Making a difference” ini artinya anggota Rotary, atau disebut sebagai Rotarian, memilih untuk mengabdi pada kemanusiaan karena yakin bahwa pengabdian akan membuat perbedaan dalam hidup berdampingan antar manusia dan lingkungan di dunia.

“Salah satu fokus area Rotary International itu ialah kesehatan ibu dan anak. Apa yang dilakukan JaRI ini menjadi sebuah gebrakan penting, khususnya di Bandung. Karena seperti yang diketahui bahwa kasus kekerasan dan pelecehan pada anak semakin bertambah setiap tahunnya. Untuk itu, Rotary International, melalui Rotary Club Bandung Utara mendukung sepenuhnya dalam mewujudkan Program Anak Aman," paparnya.

Kredit

Bagikan