Program inovasi pembangunan 2016 di Bandung tercapai 96,11 persen


Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung mengevaluasi hasil pelaksanaan Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) tahun 2016. Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto mengatakan, ketercapaian tujuan PIPPK harus dimulai dengan perencanaan yang baik. Evaluasi ini adalah dasar untuk merancang kegiatan PIPPK tahun 2017 agar lebih baik lagi.
"Tahun depan, seluruh urusan PIPPK harus lebih integratif dan lebih menyasar pada hal-hal yang bersifat jangka panjang, tidak hanya sebatas empat wilayah pokok yang dicanangkan tahun lalu," ujar Yossi di Balai Kota Bandung, Jumat (17/3).
Meskipun demikian, Yossi mengapresiasi jajaran pemerintahannya, terutama di kewilayahan yang telah berhasil melampaui target pencapaian PIPPK. Tahun lalu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menargetkan penyerapan anggaran PIPPK mencapai 90%. Nyatanya, dana PIPPK bisa terserap sebesar 96,11%.
Jumlah total anggaran PIPPK tahun 2016 adalah sebesar Rp 207.957.546.235,- yang tersebar di 1.584 RW, 151 PKK Kelurahan, 151 Karang Taruna Kelurahan, dan 151 Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan. Anggaran tersebut bisa terserap sebanyak Rp.199.868.187.911,- dengan perincian 49% digunakan untuk infrastruktur, 31% fasilitasi lembaga, 15% pelatihan, dan 5% kebersihan.
"Saya mengapresiasi kerja keras seluruh stakeholder PIPPK, mulai dari tim pengarah, aparatur wilayah, hingga tim pelaksana. Tapi tetap, perlu dioptimalkan lagi," katanya
Beberapa evaluasi yang muncul adalah terkait optimalisasi penggunaan anggaran PIPPK. Menurut Ketua DPD LPM Kota Bandung Merdi Hajiji ada beberapa pengajuan anggaran dari warga yang ditolak oleh sistem e-budgeting berupa pengadaan barang dan belanja modal.
"Padahal menurut aturan, pengadaan barang itu sangat dibolehkan. Jadi kita harus memperbaiki sistem itu sesegera mungkin," kata Merdi.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan berkaitan dengan dampak jangka panjang PIPPK kepada kehidupan sosial masyarakat. PIPPK masih bergulir di tahun 2017 dan dipandang telah menjadi solusi atas pemerataan pembangunan di Kota Bandung. PIPPK 2017 akan diluncurkan pada 21 Maret 2017 di Balai Kota Bandung.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak