Sekarang bayar listrik bisa dengan sampah


Bandung.merdeka.com - "Jangan buang sampah sembarangan!", slogan itu terus digalakkan oleh PT. PLN (Persero) untuk menjaga kebersihan lingkungan. Untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, perusahaan di bawah naungan BUMN ini mengajak masyarakat ikut andil dalam program bayar rekening listrik dengan menggunakan sampah.
Direktur Human Capital Management PT PLN (Persero), Muhammad Ali mengatakan, program yang diluncurkan sebagai komitmen dalam pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah di Bandung melalui Bina Lingkungan PLN Peduli ini PLN menggandeng LSM Hijau Lestari.
Dalam program kerjasama itu, PLN meresmikan Bank Sampah Induk Kota Bandung di Jalan Ahmad Yani. Bagi PLN keberadaan potensi-potensi aktivitas kemasyarakatan yang berorientasi lingkungan dan mempunyai pengaruh positif bagi masyarakat seperti Bank Sampah.
"Dengan adanya pembayaran rekening listrik dengan sampah diharapkan bisa memacu semangat warga untuk lebih giat mengumpulkan sampah dilingkungan dan peduli lingkungan sekitar," ujar Ali kepada wartawan saat ditemui dalam acara peresmian Bank Sampah Induk Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani, Selasa (21/2).
Ali menjabarkan, mekanisme yang diberlakukan untuk pembayaran listrik menggunakan sampah juga sangat mudah, yakni warga membawa sampah ke Bank Sampah kemudian ditimbang. Sampah yang diterima merupakan sampah daur ulang seperti sampah plastik ataupun sampah logam.
Setelah itu, berat sampah yang ditimbang dinominalkan dalam bentuk uang. Dari jumlah itulah kemudian dimasukkan ke rekening Bank Sampah yang sudah dimiliki warga. Dari hasil penjualan sampah tersebut, akan digunakan untuk membayar biaya listrik atau ditukarkan token di masing-masing rumah warga yang bersangkutan.
"Mekanismenya sangat mudah sekali, cukup nabung sampah kemudian listrik sudah terbayar. Bank Sampah ini telah berhasil mengurangi volume sampah yang diterima Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) karena sebagian sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan," jelasnya.
Bank Sampah Induk Bandung sendiri merupakan pengembangan dari Bank Sampah Hijau Lestari yang bergerak secara sukarela dan bertujuan utama untuk mengubah mindset masyarakat tentang pemanfaatan sampah secara benar. Kini, Bank Sampah Hijau Lestari telah memiliki 131 unit bank sampah di 54 kelurahan di Kota Bandung.
"Dengan adanya bantuan berupa pembangunan sarana dan prasarana dari PLN ini tentunya menjadi energi yang positif bagi kami untuk terus memasyarakatkan keberadaan Bank Sampah sebagai salah satu solusi dari permasalahan lingkungan," jelas Elis Solihat, Ketua Bank Sampah Hijau Lestari.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak