Rizieq Shihab anggap laporan video pelecehan Pancasila editan


Muhammad Rizieq Shihab
Bandung.merdeka.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab tidak mengakui keabsahan video pelecehan Pancasila yang dijadikan bukti oleh pelapor, Sukmawati Sukarnoputri. Hal ini disampaikan Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, di Mapolda Jabar, Kota Bandung, kemarin.
"Keabsahannya sudah dicek di laboratorium puslabfor, bahwa video itu asli. Saksi pelapor juga sudah dipanggil. Dari kami (laporan) tidak ada editan, tapi yang bersangkutan mengatakan (editan) itu haknya. Karena kita tidak mencari pengakuan tapi mencari pembuktian," terang Anton, Kamis (12/1).
Saat diperiksa, Rizieq dikawal sekitar lima tim pengacara merampungkan pemeriksaan selama kurang lebih lima jam. Sebanyak 22 pertanyaan dilayangkan penyidik ihwal seputaran kebenaran video tersebut. Selama pemeriksaan berlangsung, massa dari FPI turut mengawal dengan melakukan aksi di depan gerbang Mapolda Jabar.
Sejauh ini sudah 10 diperiksa kepolisian untuk melengkapi berkas penyelidikan yang dilakukan. Saksi itu hadir dari pelapor, saksi di tempat kejadian perkara, dan saksi ahli. Selanjutnya, polisi akan mengkonfrontir Rizieq dengan saksi yang ada di lokasi saat ucapan itu keluar dari mulut Rizieq.
"Ke depan akan kita adakan pemeriksaan lagi, dan akan kita adakan konfrontir dengan saksi-saksi yang mengetahui di tempat kejadian perkara (TKP)," katanya.
Sebelumnya, Rizieq Shihab dilaporan Sukmawati Sukarnoputri ke kepolisian atas pernyataannya yang menyebut 'Pancasila Soekarno ketuhanan ada di Pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala'. Sukmawati membawa bukti video Rizieq saat berceramah di Kota Bandung pada 2013 lalu.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak