Ridwan Kamil ajak pengusaha bangun pemukiman korban bencana Garut

user
Farah Fuadona 18 Oktober 2016, 11:04 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengajak para pengusaha untuk membangun pemukiman untuk relokasi korban bencana di Garut. Seperti diketahui, bencana banjir bandang yang menerjang Garut pada pertengahan September lalu ini menghancurkan pemukiman penduduk akibat meluapnya Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri.

Ridwan Kamil bersama Wakil Bupati Garut Helmy Budiman mengunjungi lokasi yang akan dibangun di Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karang Pawitan, Garut, Senin (17/11) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab disapa Emil ini pun mengajak konglomerat terkenal Dato’ Sri Tahir untuk merealisasikan rencana tersebut

Emil  mengatakan, sebanyak 600 unit rumah baru dibutuhkan untuk korban bencana di Garut ini. Adapun di lokasi ini sebanyak 80 unit yang akan direalisasikan. "Yang dibutuhkan sebenernya 600 unit, tapi di lokasi ini ada sekitar 80-an unit. Kalau Pak Tahir bantu positifnya Insya Allah yang lain-lain juga bantu lah," ujar Emil.

Emil mengaku datang langsung ke lokasi, karena ini memang tugas bersama terkait kebencanaan jadi sudah seharusnya. Terlebih lagi dirinya memiliki hubungan emosional dengan Garut. "Saya pun kan di Bandung bukan di Garut. Tapi kalau kakek saya, dua-duanya orang garut jadi ada hubungan emosional," katanya.

Lebih lanjut Emil mengatakan, Tahir sendiri merupakan pengusaha yang banyak fokus diisu kemanusiaan. "Pak Tahir ini banyak fokus dikemanusiaan dan beliau juga gesit dan sangat baik. Sehingga diajak untuk melihat langsung di lokasi relokasi pertama di sini. Rencananya kalau menurut dari Pemkab Garut sekitar 80 unit," katanya.

Emil yang juga seorang arsitek menyarankan agar pembangunan rumah warga mengunakan teknologi Knock Down. Sehingga pengerjaan akan lebih cepat selesai. "Jadi tidak harus menunggu dindingnya kering, karena knock down itu dindingnya udah. Jadi dibawa dipasang diskrup begitu yah, hasilnya tidak ada bedanya," kata Emil.

Kredit

Bagikan