Atasi masalah lingkungan, penanaman pohon saja tidak cukup


Bandung.merdeka.com - Penanaman pohon untuk kelestarian lingkungan penting dilakukan. Namun penanaman pohon tanpa diikuti pemeliharaan akan menjadi hal percuma.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengklaim, sejak 2009 pihaknya sudah menjalankan inovasi penanaman pohon dan pemeliharaannya yang diterapkan di Jawa Barat.
Inovasi itu diberi judul Penanaman dan Pemeliharaan Pohon Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2015. Ia menyebut inovasi ini sudah mencapai luas 1.819 hektare, antara lain di Kecamatan Pusaka Nagara, Kabupaten Subang, Kecamatan Pasekan dan Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
Menurutnya, penanaman pohon tidak lepas dari pemeliharaan. "Kenapa penanaman dan pemeliharaan? Supaya kata pemeliharaan itu menjadi kata yang tidak terpisahkan dari penanaman," ungkap Aher melalui siaran pers yang diterima Merdeka Bandung, Jumat (7/10).
“Kalau menanam saja kemudian dibiarkan, itulah persoalan yang sering kali kita hadapi. Tapi kalau ada keduanya, Insya Allah pemeliharaan tersebut menjamin bahwa penanamannya berhasil sampai tumbuh dan besar,” tambah dia.
Inovasi tersebut disampaikan dalam presentasinya di hadapan pihak Tim Penilai Lomba Penanaman Pohon Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Gedung Sate, Bandung, baru-baru ini.
Ia mengungkapkan, inovasi tersebut memakai prinsip TTAB (Tanam - Tumbuh - Aman - Bayar), yakni penanaman dengan pola swadaya insentif. “Pola Penanaman ini dilakukan pada kawasan Mangrove dengan biaya insentif Rp 3.500/batang. Dengan pola TTAB yang dipelihara sampai tahun ke-2, pemeliharaan diberikan secara insentif sebesar 20% pada tahun pertama, dan 10% tahun kedua,” kata dia.
Insentif, sambung dia, diberikan melalui kontrak langsung dengan masyarakat. Sedangkan bibit disediakan pula oleh masyarakat. “Proses penanaman serta pemeliharaannya juga dilakukan sendiri oleh masyarakat,” ujarnya.
Direktur Kesatuan Pemangkuan Hutan Lindung Kementerian LHK Herudoyo Ciptono mengapresiasi program penanaman pohon tersebut. "Ini hal yang bagus dan banyak yang sudah dilakukan dalam inovasi-inovasi itu dan kami apresiasi yang itu, Tanam - Tumbuh - Aman - Bayar atau TTAB. Itu memang kayaknya hanya ada di Jawa Barat," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak