Mainan anak berpotensi menjadi alat investasi

Ilustrasi
Bandung.merdeka.com - Umumnya orang berinvestasi dengan menggunakan emas atau uang. Tetapi bagi kolektor, mainan anak pun bisa menjadi media investasi. Jadi jangan anggap remeh mainan anak.
Hobi mengumpulkan mainan anak ini dijalani Yudhi Purwa (44), warga Padasuka, Kota Bandung. Karyawan perusahaan pertambangan ini sejak SMP tahun 1985 mulai hobi mengoleksi barang terkait fiksi ilmiah, mulai mainan, buku, dan segala pernik terkait fiksi ilmiah tersebut.
Berbeda dengan anak umumnya yang melupakan mainannya begitu saja ketika menginjak usia dewasa, Yudhi menyimpan mainannya secara apik. “Saya dididik orang tua supaya apik merawat mainan,” tutur Yudi saat berbincang dengan Merdeka Bandung.
Kini ia membuka toko mainan dan rajin mengikuti pameran-pameran mainan. Beberapa mainan koleksinya di masa kecil turut dijual dengan harga melambung.
Misalnya pesawat luar angkasa pada film Star Wars yang dibelinya seharga Rp50 ribu pada masa remajanya, kini dibanderol 10 kali lipat menjadi Rp 500 ribu.
Itu pun jika pesewat tersebut benar-benar akan dijual. Tetapi bisa saja ia tahan harga yang akhirnya bisa menaikan nilai pesawat menjadi lebih tinggi lagi antara Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta.
“Tadinya saya cuman koleksi. Lama-lama koleksinya nambah, ada beberapa koleksi yang saya membelinya lebih dari satu. Kemudian sekarang jadi investasi,” tuturnya.
Contoh lain, ia menjual mainan Robocop berbagai ukuran. Robocop juga dibelinya ketika masa kecil. Kini Robocop berukuran paling besar, sekiar 30 centimeter, dibanderolnya Rp 1 juta.
Mainan seperti Robocop, kata Yudhi, masuk dalam kategori action figure. Ia mengoleksi tokoh-tokoh atau action figureyang ada pada fiksi ilmiah seperti film Star Wars, Robocop, dan lainnya. Harga action figure berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 25 juta.
“Sekarang saya hobinya menjual dan koleksi. Kalau saya punya dobel, yang satu saya jual agar orang lain yang juga hobi mainan bisa menikmatinya,” terang ayah empat anak ini.
Di sela kerjanya di Jakarta, Yudi membuka toko Antihero: Figures & Collectibles di Balubur Town Square (Baltos) Bandung. Bagi yang ingin memulai investasi di bidang mainan, ia menyarankan mulai apiklah dengan mainan yang dibelinya.
Orang tua yang membelikan mainan untuk anak harus pandai mendidik anak-anaknya agar memperlakukan mainannya secara apik. Dengan begitu iapa tahu kelak mainan tersebut akan memiliki nilai investasi yang tinggi.
Potensi mainan sebagai investasi cukup menjanjikan, terutama di Bandung di mana masyarakatnya banyak yang menggemari berbagai macam hobi.
“Antusiasme orang Bandung pada hobi bagus. Banyak yang fanatik dengan hobinya,” ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak