Tahun depan belanja di Circle-K Bandung harus bayar kantong plastik

user
Mohammad Taufik 28 Desember 2015, 09:32 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Kantong plastik begitu mudah didapat dalam kehidupan sehari-hari manusia. Namun di balik kemudahan itu tersimpan bahaya besar kerusakan lingkungan.

Untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat sampah plastik, maka Circle-K meluncurkan program #Pay4Plastic, sebuah program yang bertujuan mengurangi timbulan sampah kantong plastik.

Dengan program tersebut, belanja di Circle-K harus membawa kantong belanja sendiri. Jika tidak, pembeli yang memakai kantong plastik dari Circle-K akan dikenakan biaya Rp 500 rupiah.

Program #Pay4Plastic diluncurkan di sela Car Free Day, Dago (Ir H Djuanda) Bandung, Minggu (27/12).
"Harapannya program ini memanas-manasi minimarket lain, sehingga semua toko stop keran plastik. Ini memang harus ada (minimarket) yang memulai," kata Ketua Greeneration Foundation, Christian Natalie, kepada Merdeka Bandung.

Greeneration Foundation merupakan konsultan yang digandeng Circle-K dalam meluncurkan program RedGoesGreen 2010, yakni program kampanye perilaku ramah lingkungan dan diet kantong plastik.

Program RedGoesGreen berjalan 2010-2011. Kini, program tersebut dihidupkan kembali lewat kolaborasi dengan komunitas dan Pemerintah Kota Bandung yang melahirkan Gerakan Indonesia Diet KantongPlastik (GIDKP).

CEO PT. Circleka Indonesia Utama, Cahyadi Heriantio, menambahkan launching tersebut sebagai sosialisi kepada publik mengenai program #Pay4Plastic yang akan diterapkan di Circle-K mulai awal 2016.

"Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan kantong plastik," kata Cahyadi.

Nantinya, dia melanjutkan, di kasir Circle-K ada papan pengumuman tentang program #Pay4Plastic. Kasir juga akan menjawab pertanyaan konsumen tentang maksud dan tujuan program #Pay4Plastic.

Program berlaku di 48 Circle-K yang ada di Kota Bandung. Greeneration Foundation sendiri merilis Indonesia peringkat kedua sebagai negara 'pembuang' sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka.

Kantong plastik memang mempermudah kehidupan manusia. Namun penggunaan kantong plastik hanya sekejap, setelah itu menjadi sampah. Padahal kantong plastik tidak dapat diurai secara alamiah dalam waktu cepat, sehingga menyebabkan berbagai dampak negatif pada lingkungan.

Launching #Pay4Plastic diwarnai pameran media edukasi dan kampanye #DietKantongPlastik, penampilan musik lingkungan dan komunitas lingkungan.

Kredit

Bagikan