Tahun depan belanja di Circle-K Bandung harus bayar kantong plastik


Cirkle K kurangi kantong plastik
Bandung.merdeka.com - Kantong plastik begitu mudah didapat dalam kehidupan sehari-hari manusia. Namun di balik kemudahan itu tersimpan bahaya besar kerusakan lingkungan.
Untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat sampah plastik, maka Circle-K meluncurkan program #Pay4Plastic, sebuah program yang bertujuan mengurangi timbulan sampah kantong plastik.
Dengan program tersebut, belanja di Circle-K harus membawa kantong belanja sendiri. Jika tidak, pembeli yang memakai kantong plastik dari Circle-K akan dikenakan biaya Rp 500 rupiah.
Program #Pay4Plastic diluncurkan di sela Car Free Day, Dago (Ir H Djuanda) Bandung, Minggu (27/12).
"Harapannya program ini memanas-manasi minimarket lain, sehingga semua toko stop keran plastik. Ini memang harus ada (minimarket) yang memulai," kata Ketua Greeneration Foundation, Christian Natalie, kepada Merdeka Bandung.
Greeneration Foundation merupakan konsultan yang digandeng Circle-K dalam meluncurkan program RedGoesGreen 2010, yakni program kampanye perilaku ramah lingkungan dan diet kantong plastik.
Program RedGoesGreen berjalan 2010-2011. Kini, program tersebut dihidupkan kembali lewat kolaborasi dengan komunitas dan Pemerintah Kota Bandung yang melahirkan Gerakan Indonesia Diet KantongPlastik (GIDKP).
CEO PT. Circleka Indonesia Utama, Cahyadi Heriantio, menambahkan launching tersebut sebagai sosialisi kepada publik mengenai program #Pay4Plastic yang akan diterapkan di Circle-K mulai awal 2016.
"Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penggunaan kantong plastik," kata Cahyadi.
Nantinya, dia melanjutkan, di kasir Circle-K ada papan pengumuman tentang program #Pay4Plastic. Kasir juga akan menjawab pertanyaan konsumen tentang maksud dan tujuan program #Pay4Plastic.
Program berlaku di 48 Circle-K yang ada di Kota Bandung. Greeneration Foundation sendiri merilis Indonesia peringkat kedua sebagai negara 'pembuang' sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka.
Kantong plastik memang mempermudah kehidupan manusia. Namun penggunaan kantong plastik hanya sekejap, setelah itu menjadi sampah. Padahal kantong plastik tidak dapat diurai secara alamiah dalam waktu cepat, sehingga menyebabkan berbagai dampak negatif pada lingkungan.
Launching #Pay4Plastic diwarnai pameran media edukasi dan kampanye #DietKantongPlastik, penampilan musik lingkungan dan komunitas lingkungan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak