Begini suka duka kompetisi robot di luar negeri

Oleh Farah Fuadona pada 19 April 2016, 17:20 WIB

Bandung.merdeka.com - Rizaldi Permana (21), salah satu anggota tim Divisi Robotika Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Bandung. Kini bisa bernafas lega setelah timnya berhasil meraih delapan medali, tiga di antaranya medali emas.

Rizaldi dan Tim Divisi Robotika Unikom baru saja mengikuti kompetisi robot internasional The 12th Annual Robogames 8-10 April 2016 di Amerika Serikat. Mahasiswa jurusan Teknik Komputer semester IV ini menuturkan, begitu tiba di Amerika Serikat timnya langsung menghadapi kendala cukup menegangkan.

Tim terdiri dari lima orang, yakni Rodi Hartono sebagai ketua tim, Taufiq Nuzwir Nizar (dosen pembimbing), dan anggota tiga orang mahasiswa Unikom yakni Muhammad Iqbal Wiguna, Ihsan Faturohman, dan Rizaldi sendiri.

Tim tiba di San Francisco, tempat penyelenggaran kompetisi robot, 4 April lalu. Tim kemudian nginap di Wisma KJRI. “Begitu sampai kita langsung menghadapi rintangan perlu baterai. Jadi begitu sampai, kami mahasiswa langsung memeriksa kesiapan robot. Sedangkan para dosen harus cari baterai,” kata Rizaldi, kepada wartawan di Kampus Unikom, Bandung, Selasa (19/4).

Ia menjelaskan, di antara robot yang dibawanya ada robot kategori besar yang memerlukan baterai besar pula, termasuk baterai cadangan. Jenis baterainya lithium polimer.

Masalah muncul, baterai yang dijual di AS memiliki arus yang berbeda dengan baterai yang dijual di Indonesia. Sedangkan robot Unikom memerlukan baterai lithium polymer 11.1 volt  2200 mAh.

“Di sana harus cari baterai seperti itu sulit, kebanyakan beda. Dapatnya ada yang kapasitasnya lebih dikit dan ada yang tinggi. Jadi kami pakai yang kapasitas arusnya paling mendekati,” tuturnya.

Robot Unikom yang memerlukan baterai besar antara lain Open Fire Fighting Robot dan Open Table Top Navigation. Beruntung, baterai yang ada di AS masih bisa dipakai robot tersebut. Akhirnya beberapa robot berhasil meraih medali emas dalam kompetisi yang diikuti 50 jenis pertandingan robot dari 38 negara itu.

Tag Terkait