Malam ini ada pertunjukkan teater menarik karya Arifin C Noer
Bandung.merdeka.com - Malam ini akan ada pertunjukkan teater menarik karya sutradara kenamaan Arifin C Noer di Gedung Kesenian Sunan Ambu Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Jalan Buah Batu Nomor 212 Bandung. Teater yang dipentaskan berlakon Orkes Madun II atawa Umang-Umang karya Arifin C. Noer dengan sutradara Patuh Am. Petunjukkan dimulai pukul 19.30 WIB, Jumat (19/8).
Dalam naskahnya, Arifin C. Noer menceritakan tentang kalangan masyarakat marjinal yang sehari-hari bergelut dengan kemiskinan. Orkes Madun II atawa Umang-Umang menggambarkan kehidupan masyarakat bawah. Melalui naskah ini, Arifin C. Noer berusaha mendekatkan teater pada kultur masyarakat Indonesia secara luas. Di dalamnya ada pergulatan antara modernitas (Barat) dan tradisi.
âBerangkat dari fenomena tersebut, kami berlatih dan melakukan segala yang dianggap perlu demi mencapai misi pikiran pengarang serta misi berkesenian kami,â ungkap Patuh Am dalam siaran persnya.
Menurutnya, teater harus berada di barisan yang sama, berada pada barisan kaum proletar, kaum marjinal, kemudian disebarluaskan lewat pertunjukan. Sehingga teater menjadi kritik timbal-balik terhadap siapa pun yang merasa di barisan sama ataupun tidak.
âKarena potret jiwa dan kondisi manusia di bumi mesti disuarakan sejujur-jujurnya,â ujarnya.
Arifin C Noer merupakan seniman kelahiran Cirebon, 10 Maret 1941, meninggal 28 Mei 1995. Filmnya yang paling terkenal sekaligus kontroversi adalah G 30 S/ PKI. Melalui film ini suami artis Jajang C. Noer ini meraih Piala Citra (1985).
Orkes Madun sendiri terdiri dari empat lakon, yaitu Madekur dan Tarkeni atawa Orkes Madun Bagian Satu, Orkes Madun 2A/ Umang-Umang, Orkes Madun IIB atawa Sandek Pemuda Pekerja, dan Ozone atawa Orkes Madun IV.
Tag Terkait
Lukisan Dinding Tertua di Dunia Ditemukan di Pegunungan Karst Sangkulirang
Hasil karya mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Itenas
Karya dari material unik hadir di PDA, wajib lihat
Ekspresi kebebasan Nurdian Ichsan dalam Sense of Order
Cerita perajin batik tulis asal Pekalongan tentang karya dan harga yang mahal
Tarian bernafaskan contemporary, jazz dan ballet yang memukau dari One Dance Academy
Lewat ruang A Space seniman muda pamer karya terbaiknya
Seni pertunjukkan teater estafet reading dan story telling digelar besok
Tas dari kantong kresek bergaya kekinian hadir di pameran Slow Fashion
Carangan, pendekatan Nasirun pada sosok maestro Nyoman Nuarta