Karya dari material unik hadir di PDA, wajib lihat

user
Endang Saputra 22 Maret 2018, 14:28 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Pernahkah terpikir bila sebuah bambu bisa dibuat menjadi kursi dengan ukiran menarik atau serabut nanas yang disulap menjadi tas cantik? Tentu ide kreatif itu tidak terpikir oleh banyak orang. Tertarik menilik hasil karya dari tangan-tangan kreatif ini? Datang saja ke Product Design Academic Award (PDA).

Sebuah hajatan para mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Nasional (Itenas) ini menawarkan pameran dengan 40 karya dari 30 mahasiswa berbeda angkatan. Kegiatan ini berlangsung di Bandung Creative Hub (BCH), Jalan Laswi, Kamis (22/3).

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Itenas, Andry Masri mengatakan, melalui kegiatan yang didukung oleh Telkomsel ini, mahasiswa selain dipupuk untuk memiliki motivasi dalam berprestasi, juga dibangun semangat profesionalisme sejak awal.

"PDA ini semacam laporan pendidikan ke lingkungan kami. Membuat kepercayaan mahasiswa, bahwa karya mereka bisa langsung bisa diapresiasi orang. Tahun ini kami melibatkan asosiasi sebagai tim penilai. Jadi rasa kepercayaan diri mahasiswa akan tertanam lebih tingi dibandingkan dengan dosen yang nilai," ujar Andry kepada Merdeka Bandung, Kamis (22/3).

PDA adalah kegiatan yang dapat disebut sebagai bentuk pertanggung jawaban lembaga akademik kepada masyarakat luas bahwa bidang desain, khususnya bidang desain produk pada setiap tahunnya, bahkan setiap semesternya berhasil menelurkan karya karya anak bangsa yang memiliki nilai inovasi yang setara dengan apa yang dihasilkan oleh negara lain.

Dalam hal ini, desain produk Itenas berharap agar semua karya yang telah dihasilkan melalui lembaga akademik ini mampu menawarkan nilai kebaruan sebagai identitas bangsa Indonesia yang kreatif dan inovatif.

Khusus diawali pada tahun ini, mahasiswa sebagai penggiat acara PDA mengundang secara khusus asosiasi profesi Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia(ADPII) untuk menjadi juri dalam pemilihan karya desain terbaik, sehingga diharapkan objektifitas terhadap karya yang dihasilkan dapat semakin tinggi.

"Kalau melihat dari keilmuan desain industri, karya yang hadir di sini bisa diapresiasi soalnya para mahasiswa ini berhasil membuat inovasi dengan material unik yang digunakan. Para mahasiswa mampu mengeksplorasi sehingga menghasilkan sesuatu yang berbeda," ujar Desainer Produk Profesional sekaligus perwakilan ADPII, Abie Abbillah.

Sementara itu, Ketua Acara PDA 2018, Raka Ramadhan Isham menjelaskan, secara material yang digunakan oleh para mahasiswa ini adalah barang yang dinilai tidak berharga atau limbah dan kemudian dibuat menjadi sesuatu yang berguna dan menarik.

"Kayak serabut daun nanas gitu kan enggak kepakai, lalu bisa menghasilkan tas. Materialnya beda-beda, setiap tahunnya selalu unik kayak ada dari fosil, batok kelapa, ataupun tulang," tutur Raka.

Tidak hanya dipamerkan, selain karya terbaik akan mendapat penghargaan dari penilaian yang dilakukan ADPII, karya-karya ini jual secra komersil akan dijual. Proses jual belinya akan dilangsungkan seusai acara berlangsung.

"Ya nantinya dijual, makanya nanti kalau pengunjung ada yang tertarik bisa langsung ketemu sama pembuat karyanya. Ya nantinya didiskusikan gitu. Ada 40 karya yang hadir di sini setelah melewati kurasi panjang. Sebelumnya karya yang terdaftar ada 80 karya," katanya.

Kredit

Bagikan