Ingat, gerhana matahari total 9 Maret 2016 lintasi 10 provinsi ini

Oleh Mohammad Taufik pada 05 Januari 2016, 13:05 WIB

Bandung.merdeka.com - Kejadian langka gerhana matahari total (GMT) bakal terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016. Gerhana diprediksi bakal terjadi di 10 provinsi dan sejumlah lokasi wisata andalan di Indonesia. Jalur GMT tersebut bermula dari Palembang (Sumsel), Bangka Belitung (Babel), Sampit (Kalimantan Tengah), Palangka Raya (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi Tengah), Ternate hingga Halmahera (Maluku Utara).

GMT di 10 provinsi tersebut nanti akan berlangsung selama 4 menit 9 detik. "Luwuk menjadi daerah yang dilintasi gerhana dengan durasi paling lama, sekitar 2 menit 50 detik, pukul 08.41 WITA," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, seperti dikutip dari situs LAPAN, Selasa (05/01).

Mengamati gerhana matahari, Thomas menjelaskan, memerlukan cara tertentu agar aman. Thomas menyarankan untuk menggunakan kacamata matahari yang dilapisi filter khusus matahari. Hal ini untuk mencegah kerusakan mata jika mengamati secara langsung tanpa alat bantuan.

Thomas melanjutkan, wilayah Sumatera akan mengalami gerhana matahari sekitar dua menit, terjadi pukul 07.20 WIB; Kalimantan selama 2,5 menit, pukul 07.30 WIB atau 08.30 WITA; Sulawesi selama tiga menit pukul 08.40 WITA; Maluku Utara selama 3,5 menit 09.54 WIT. Sedangkan Jakarta hanya mengalami gerhana matahari sebagian pada pagi hari.

Total lebar jejak GMT tersebut di muka bumi sepanjang 155 kilometer. Selain itu, sejumlah daerah lain di Indonesia juga bisa menyaksikan gerhana matahari sebagian, diantaranya; Kota Padang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado dan Ambon. Di Jakarta, gerhana matahari sebagian terjadi mulai pukul 6.19 WIB.

GMT akan kembali berlangsung di tempat yang sama dalam periode 350 tahun. Sebelumnya, GMT pernah melintasi Indonesia pada 11 Juni 1983 dengan cakupan area berbeda dengan GMT 2016. "Di antara 20 kejadian gerhana matahari yang terjadi antara tahun 2001 hingga 2020, hanya terdapat 1 gerhana matahari total dan 2 gerhana matahari cincin teramati di Indonesia," terang Thomas.

Tag Terkait