Henki Pertamana, pendonor darah 100 kali tertua dari Bandung


Bandung.merdeka.com - Sebanyak 76 warga Bandung yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 100 kali berkumpul di Pendopo (rumah dinas Wali Kota Bandung) di Jalan Dalem Kaum, Selasa (15/12). Para pahlawan kemanusiaan ini hendak dilepas oleh Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial untuk menerima penghargaan Satya Lancana kebaktian sosial donor darah sukarela 100 kali tahun 2015 dari Presiden.
Dari 76 penerima calon penerima Satya Lancana ini, Henki Pertamana tercatat menjadi pendonor darah tertua dari Bandung. Pria berusia 71 tahun ini tercatat telah mendonorkan darahnya 100 kali di PMI Bandung.
"Kalau dijumlah sampai sekarang, saya sudah 102 kali donor darah," ujar pria yang berprofesi sebagai seorang dokter ini saat berbincang dengan Merdeka Bandung saat ditemui seusai acara.
Henki menuturkan, dirinya pertama kali mulai mendonorkan darahnya sejak tahun 1970-an. Saat itu Hengki masih menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unpad.
Sejak pertama kali mendonorkan darahnya, justru membuatnya menjadi ketagihan. Sebab tubuhnya menjadi lebih bugar dan sehat. Sejak saat itu Henki menjadi rutin untuk mendonorkan darahnya 4 kali dalam setahun.
"Sudah jadi donor itu enak badannya. Justru kalau kelewat ga donor, malah ga enak badannya. Dari situ terus jadi rutin setiap 3 bulan sekali saya donor darah," kata pria kelahiran Tasikmalaya 15 Agustus 1944 ini.
Henki mengungkapkan secara medis, donor darah memang sangat baik untuk kesehatan. Sebab sumsum tulang dirangsang untuk memproduksi darah baru, yang membuat darah yang ada di dalam tubuh manusia selalu segar.
"Kalau sumsung tulangnya diambil, itu dirangsang untuk membuat darah baru. Jadi segar ke kitanya jadi enak," kata dokter patologi klinik yang berdinas di RS Immanuel Bandung sejak tahun 1987.
Untuk itu Henki mengimbau kepada masyarakat untuk ikut mendonorkan darahnya. Dia meminta masyarakat agar tidak perlu takut untuk mendonorkan darahnya. Sebab dengan melakukan donor darah secara rutin akan membuat tubuh menjadi sehat.
"Iya ga apa apa malah lebih sehat. Cuma kalau sudah 65 tahun ke atas cukup setahun sekali donor darahnya. Saya juga ikut aturan PMI aja," ujarnya.
Pada 17 Desember rombongan Kota Bandung akan bergabung bersama rombongan dari kota-kota lain di Jawa Barat untuk dilepas oleh Gubernur Jabar di Gedung Sate. Selanjutnya rombongan akan berkumpul dengan peserta lain dari seluruh Indonesia di Istana Bogor dalam acara utama penyematan satya lancana kebaktian sosial donor darah sukarela 100 kali tahun 2015 langsung oleh Presiden Joko Widodo.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak