Bagi Yana Umar menjadi suporter adalah sumber kebahagiaan

Bobotoh
Bandung.merdeka.com - Memilih jalan untuk mengabdi sebagai suporter, merupakan kebahagian tersendiri bagi Yana Umar. Menurut pentolan Viking Persib Club (VPC) menjadi suporter Persib Bandung sama dengan membela daerah sendiri.
Awal kisah ia ingin menjadi suporter, yaitu ketika menyaksikan laga Persib di Stadion Siliwangi, Kota Bandung pada tahun 1990. Yana mengaku memberanikan diri untuk menyaksikan pertandingan tersebut seorang diri. Bahkan tanpa diduga-duga secara langsung ia menyaksikan sejarah pemain Indonesia pertama yang mencetak gol melalui tendangan penjuru.
" Sebenarnya sebelum tahun 90 juga lumayahn sering diajak orangtua nonton Persib. Tapi suatu saat saya memberanikan diri nonton Persib sendiri pas lawan Bengkulu. Enggak disangka saya lihat sendiri Wawan Karnawan di depan mata melakukan tendangan penjuru langsung masuk ke gawang," kata Yana kepada Merdeka Bandung.
Selain karena orang tua yang mewariskan rasa cinta tim Maung Bandung kepadanya, Yana juga telah hidup di lingkungan para pendukung Persib. Menghabiskan waktu sambil bergosip soal Persib menjadi menu harian Yana bersama Panglima Viking, yaitu Almarhum Ayi Beutik.
"Memang selain karena orang tua, lingkungan saya semuanya cinta Persib. Saya tetanggan sama Almarhum (Ayi Beutik). Jadi kalau ngumpul ngobrol di gang itu pasti soal Persib. Nah dari situ saya mulai bareng sama Almarhum ke stadion," tutur Yana.
Menjadi seorang suporter, bukan berarti Yana tak memiliki cita-cita untuk menjadi pemain Persib. Dia pun sempat mengikuti Sekolah Sepakbola (SSB) agar bisa menjadi pemain profesional.
"Cita-cita dulu ada ingin jadi pemain Persib. Sempat ikut SSB Setia di Tegalega tapi latihan cuma tiga bulan. Karena lebih ingin nonton Persib daripada berlatih," ungkapnya.
Untuk itu Yana pun lebih mendedikasikan hidupnya sebagai seorang bobotoh--pendukung Persib--sampai saat ini. Menang atau kalau, Yana mengaku selalu menikmati laga tim kebanggannya di Stadion.
"Kalau gak nonton Persib langsung, rasanya ada yang kurang, sedih, nyesel. Makanya dari dulu belum pernah gak nonton, sakit juga maksain. Sampai waktu nikah, besoknya Persib main saya langsung kabur ke Stadion" ujarnya.
Menurutnya menjadi seorang suporter memiliki kebahagian tersendiri, terlebih lagi ketika Persib menjadi juara. Sehingga ia merasa pengorbanannya selama ini tak sia-sia. "Kebahagian yang belum tentu bisa dirasakan orang lain. Karena jadi suporter Persib itu sama dengan membela nama daerah sendiri," jelas Yana.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak