Budi Dalton: produk apapun tentang Persib pasti laku dijual

Persib
Bandung.merdeka.com - Terciptanya album kompilasi Viking Jilid 1 ternyata tidak lepas dari peran seorang budayawan Kota Bandung, Budi 'Dalton' Setiawan. Dia menjadi salah satu orang yang dimintai saran dan pendapat oleh tim pengagas album yang berisi lagu tentang Persib Bandung.
Wakil bidang III Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan (Unpas) Bandung ini menuturkan, di awal tahun 2000-an dia dimintai konsultasi oleh vokalis band Virus, Seysey yang ingin berkonsultasi soal pembuatan album kompilasi Viking.
Menurut Budi, ketika itu dia disodori materi band beserta hasil lagu yang nantinya bakal mengisi album Kompilasi Viking Jilid I. Dia diminta pendapatnya apakah konten dari album tersebut layak jual atau tidak.
"Memang saat itu terlibatnya di kompilasi awal diperdengarkan layak jual atau tidak, karena saya di Unpas satunya-satunya orientasi akademik yang mengarah ke industri," kata Budi kepada merdeka Bandung.
Dia menjelaskan, tak ada masalah dari pembuatan album Kompiliasi Viking Jilid 1 yang telah berisikan band-band ternama di Kota Bandung. Apapun yang dijual soal Persib, menurutnya, para pencinta tim tersebut dipastikan akan membeli.
"Dan jawaban saya waktu itu produknya pasti menjual, tapi band-nya saja udah menjual. Bicara soal Persib, apapun produknya sudah pasti menjual. Kaya Andy Warhol yang menggambar lidah Rooling Stone, jadi mau bikin apa lagi juga pasti menjual," bebernya.
Setelah melalui tahapan produksi hingga rampung dibuat, alhasil muncullah album Kompilasi Viking Jilid I dengan materi lagu dari Mobil Derek, Pas Band, PHB Noin Bullet, Jeruji, Koil, Budi Abuy Time Bomb Blues & Friend, Savor Of Filth, Harapan Jaya, dan Virus.
Ternyata setelah beberapa lama setelah dirilis, Budi mendapat informasi bahwa album Kompilasi Viking Jilid I yang ketika itu diproduksi dalam bentuk kaset pita, sangat laris di pasaran. Album ini pun langsung diburu oleh kalangan pecinta musik ataupun dari bobotoh Persib.
"Setelah beredar memang katanya sangat 'edan' penjualannya saat itu, dan memang sudah menjadi passion yang sangat menjual," ucap pria kelahiran 16 Oktober 1972 ini.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak