Bahas masalahan kesehatan global, Unpad gelar seminar internasional

ilustrasi
Bandung.merdeka.com - Meningkatnya masalah kesehatan di dunia dalam beberapa tahun terakhir memerlukan inovatif dan pemahaman basic science yang kuat di bidang kedokteran.
Untuk membahas masalah tersebut, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) akan menggelar 4th Bandung International Biomolecular Medicine Conference (BIBMC) 2016.
Direktur Tata Kelola & Komunikasi Publik Unpad, Soni Akhmad Nulhaqim, mengatakan BIBMC adalah kegiatan ilmiah yang membahas perkembangan biologi molekuler di dunia kedokteran yang digelar dua tahun sekali.
Acara ini digelar bersamaan dengan kegiatan 2nd Asean Congress on Medical Biotechnology and Molecular Bioscience (ACMM) yang bekerja sama dengan Mahidol University, University of the Philippines dan Universiti Sains Malaysia.
“Kolaborasi dengan negara luar didasari oleh adanya peningkatan masalah kesehatan di dunia dalam beberapa tahun terakhir. Menunjukkan perlunya upaya inovatif dan pemahaman basic science yang kuat di bidang kedokteran untuk menjawab permasalahan kesehatan secara global,” ujar Soni Akhmad Nulhaqim, Senin (3/10).
BIBMC 2016 akan berlangsung di The Trans Luxury Hotel Convention Centre 4–6 Oktober. Acara dengan tema Medical Innovation and Translational Research to Ensure Healthy Lives and Promote Well-being for All at All Age itu akan dibuka Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F. Moeloek.
Kegiatan seminar yang diketuai dr. Ramdan Panigoro diawali keynote speech Menteri Kesehatan, kemudian plenary lecture oleh Prof. Carmencita David Padilla dari University of the Philippines dan Prof Sangkot Marzuki dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).
Konsep seminar bersifat tematik yang terbagi dari beberapa sesi. Tema yang diangkat pada hari pertaman adalah infeksi, kanker dan tuberculosis. Hari kedua adalah gizi, kardiovaskular dan endokrinologi.
Pada hari terakhir terdapat sesi khusus, yakni young scientist session merupakan pemaparan penelitian dari peneliti-peneliti muda yang berhasil mempublikasikan hasilnya di jurnal bereputasi tinggi.
Pembicara 4th BIBMC-2nd ACMM 2016 berasal dari dalam dan luar negeri yaitu Malaysia, Singapura, Jepang, Thailand, Filipina, Belanda dan Jerman dengan jumlah peserta yang telah terdaftar adalah sebanyak 300 orang yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Jepang.
Seminar ini juga menerima abstrak untuk presentasi oral dan poster dan pada akhir acara diberikan penghargaan bagi oral dan poster yang terbaik. Selanjutnya, abstrak yang terpilih akan ditawarkan untuk masuk ke dalam prosiding yang terindex Scopus dan Thomson Reuters.
“Melalui kegiatan ini diharapkan terjalinnya kerja sama antara FK Unpad dengan para akademisi nasional dan internasional, meningkatkan penelitian medis aktif terutama di wilayah ASEAN dan dapat memberikan dampak yang besar bagi kemanusiaan dan kesejahteraan,” kata Soni.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak