Peduli banjir, Bank Indonesia Jabar berikan bantuan bagi para korban


BI Jabar beri bantuan pada korban banjir
Bandung.merdeka.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Barat mengucurkan bantuan bagi para korban banjir bandang di Kabupaten Garut sejak 22 September lalu. Bantuan itu merupakan salah satu Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Perwakilan Tim PSBI KPwBI Provinsi Jawa Barat pada kegiatan tersebut terdiri dari Unit Kehumasan, Unit Logistik, Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) dan Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI).
Sebelumnya, telah dilakukan peninjauan langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Soekowardojo beserta tim pada 22 September 2016 di dua lokasi bencana banjir bandang yaitu Desa Kikisik dan Desa Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul.
Pada kesempatan tersebut, sebagai tonggak awal PSBI telah diberikan bantuan untuk para korban banjir yang diterima oleh Komandan Satgas Penanggulangan Bencana yang juga Komandan Kodim 0611 Garut Letkol Setyo Hani Susanto sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kepada masyarakat.
"Selanjutnya, pada 23 September 2016, KPwBI Provinsi Jawa Barat membuka Posko dengan memfasilitasi penyiapan dapur umum untuk menyiapkan makanan sehat dan bergizi bagi masyarakat setempat yang berada di Desa Kikisik, Kecamatan Tarogong Kidul. Saat ini sedang dilakukan pembangunan Toilet Umum sebagai solusi menjaga sanitasi para korban banjir," ujar Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Dudi Dermawan dari rilis yang diterima Merdeka Bandung, Senin (26/9).
Sementara itu, pada hari ini, KPwBI Provinsi Jawa Barat sedang mempersiapkan posko bantuan bertempat di Desa Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul. KPwBI Provinsi Jawa Barat juga bertindak sebagai koordinator dalam mengkoordinasikan penyaluran bantuan baik yang berasal dari Bank Indonesia sendiri maupun yang berasal dari Perbankan di Jawa Barat.
"Selain itu, juga akan didirikan dapur umum di Desa Cimacan. Berdasarkan hasil peninjauan langsung KPwBI Provinsi Jawa Barat, kedua desa tersebut merupakan salah satu daerah yang cukup parah akibat bencana tersebut," terangnya.
Tidak hanya sampai di situ, KPwBI Provinsi Jawa Barat juga bekerja sama dengan Atlas Medical Pioneer (AMP) Universitas Padjadjaran yang terdiri dari 16 dokter muda dan 6 calon dokter yang dikoordinir oleh Puteri Fadillah dalam rangka memfasilitasi pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat setempat di posko kesehatan korban banjir.
Dalam Posko BI Jabar ini ikut terlibat membantu adalah 7 mahasiswa dari UPI dan UIN Bandung. Mereka adalah penerima beasiswa dari BI Jabar yang tergabung dalam komunitas GenBI (Generasi Baru Indonesia) yang dengan sukarela tergerak untuk terjun ikut serta membantu BI Jabar.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak