Hewan murung sebaiknya tidak dipakai kurban

Presiden Jokowi dan Gubernur Aher saat mengecek domba dalam Kontes Domba Garut dan Kambing di Kebun Raya Bogor
Bandung.merdeka.com - Salah satu syarat kurban adalah hewan yang dikurbankan harus sehat dan layak dikonsumsi. Hal inilah yang ditekankan dalam syariat Islam. Syarat ini bisa dilihat dari kondisi fisik hewan.
Â
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, karena keterbatasan jumlah tim pemeriksa hewan kurban, masyarakat dapat memilih hewan kurban dengan ciri-ciri fisik. Hewan yang sehat, kata dia, hewan gemuk, tidak keluar cairan pada hidung, lincah dan tidak kurus. "Pilihlah hewan kurban dengan ciri-ciri seperti itu," kata Ahmad Heryawan melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung.
Gubernur yang akrab disapa Aher itu menambahkan, hewan yang terlihat murung bisa jadi sedang sakit, sehingga sebaiknya tidak dibeli untuk dikurbankan. "Bila hewan terlihat murung itu bisa jadi sedang sakit atau demam, enggak boleh," katanya.
Â
Namun bila hewan kurban terjangkit penyakit cacing hati, menurutnya dagingnya boleh dikonsumsi tapi hatinya harus dibuang, tidak boleh dimakan.
Â
Masalah kesehatan hewan juga diatur dalam Undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, bahwa daging yang beredar di masyarakat harus memenuhi persyaratan aman, sehat dan halal.
Â
Untuk itu Aher mengimbau kepada masyarakat yang akan membeli hewan kurban untuk datang ke tempat penjualan hewan kurban yang sudah terdapat label sehatnya. Label sehat menunjukkan bahwa hewan kurban aman.
Â
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah melepas tim pemeriksa kesehatan hewan kurban di Gedung Pakuan, Bandung, Sabtu (03/09). Dalam kesempatan itu sebanyak 500 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban diterjunkan untuk kesehatan, keamanan dan kehalalan hewan yang akan disembelih pada perayaan hari raya Idul Adha tanggal 12 September 2016 mendatang.
Â
Petugas tersebut berasal dari Dinas Peternakan Provinsi Jabar, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Jabar serta Mahasiswa dan Dosen Kedokteran Hewan Unpad serta dari DKM dan MUI.
Â
Aher mengatakan, pihaknya setiap tahunnya selalu menurunkan tim kesehatan ke lapangan untuk menjamin masyarakat saat membeli hewan. "Kita setiap tahun selalu menyediakan tim kesehatan hewan kurban supaya ada jaminan kesehatan bagi masyarakat. Saat membeli hewan kurban bahwa hewan tersebut sehat dan layak dikonsumsi," kata Aher.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak