Tiga kabupaten di Jabar dapat dukungan layanan pengobatan HIV/AIDS


Ilustrasi HIV/AIDS
Bandung.merdeka.com - Tiga layanan kesehatan kabupaten di Jawa Barat (Jabar) akan mendapat bantuan penguatan layanan pengobatan antiretroviral (ARV) bagi orang dengan HIV/AIDS (Odha). Tiga layanan kesehatan tersebut yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Indramayu, RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta, dan sebuah layanan kesehatan di Kabupaten Pangandaran.
Bantuan tersebut akan diberikan organisasi yang bergerak di bidang penanggulangan HIV/AIDS, yakni AIDS Healthcare Foundation (AHF). Selain tiga kabupaten di Jabar, sebuah rumah sakit di Jakarta juga menjadi mitra AHF.
Manajer Program AHF Indonesia, Riki Febrian, mengatakan AHF sudah mendapatkan persetujuan prinsip dan operasional dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan RI. Setelah itu pihaknya sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kesehatan RI.
Menurut dia, dukungan AHF pada tahap pertama akan berlangsung hingga tahun 2019 meliputi sejumlah program prioritas diantaranya peningkatan akses layanan HIV/AIDS seperti tes HIV dan pengobatannya oleh kelompok-kelompok masyarakat.
"Selain itu, AHF Indonesia juga akan memprioritaskan penyediaan layanan HIV/AIDS yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat luas," katanya, melalui siaran pers yang diterima Merdeka Bandung, Minggu (4/9).
Riki Febrian mengungkapkan, AHF Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp 31,8 miliar untuk tiga tahun pertama. "Dukungan ini diharapkan dapat membantu pemerintah Indonesia dalam mengendalikan epidemi HIV/AIDS yang telah menyebar hingga ke pelosok," kata Riki.
Selain dengan pemerintah dan rumah sakit, AHF Indonesia juga bekerja sama dengan sejumlah kelompok masyarakat. Ada lima LSM menjadi mitra AHF yaitu PKBI DKI Jakarta, Yayasan LAYAK Jakarta, Yayasan Mata Hati Pangandaran, Yayasan RESIK Purwakarta, dan Perkumpulan Setia Indonesia Indramayu.
"Kemitraan dengan para pegiat HIV/AIDS yang tergabung di LSM lokal sangat strategis mengingat kemampuan mereka dalam menjangkau komunitas di sekitarnya. Mereka juga sangat mengetahui isu lokal terkait HIV/AIDS sehingga program lebih tepat sasaran," katanya.
Penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan Kamis (1/9) lalu dihadiri oleh dr Wiendra Waworuntu, M. Kes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI, dan perwakilan AHF, Yugang Bao PhD selaku AHF Asia Bureau Deputy Chief, serta Margareta Marro, Director of Global Accounting AHF.
Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan RI melaporkan HIV/AIDS telah tersebar di 407 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Secara kumulatif sejak 1987 hingga Maret 2016 terdapat 198.219 kasus HIV dan 78.292 kasus AIDS di Indonesia. Persentase faktor risiko AIDS tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada heteroseksual hingga mencapai 66 persen. Persentase kasus AIDS tertinggi (31,5 persen) dilaporkan terjadi pada kelompok usia 20 - 29 tahun.
Data Kemenkes RI juga menyebutkan, sejak pertama kali dilaporkan tahun 1987 hingga Maret 2016, jumlah infeksi HIV tertinggi terjadi di DKI Jakarta (40.500), Jawa Timur (26.052), Jawa Barat (18.727), dan Jawa Tengah (13.547). Sedangkan jumlah kasus AIDS terbanyak dilaporkan dari Jawa Timur (14.499), Papua (13.335), DKI Jakarta (8.105), Bali (5.934), Jawa Tengah (5.049), dan Jawa Barat (4.919).
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak