Menteri Anies anggap perpeloncoan adalah bentuk kolonial

user
Farah Fuadona 19 Juli 2016, 13:15 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dengan tegas menyatakan institusi pendidikan dari berbagai jenjang untuk menghapuskan perpeloncoan. Pola tersebut kata dia adalah era kolonial, sehingga di era baru ini pelonco harus dihapuskan.

Hal itu disampaikan Anies dalam sambutannya saat melaunching Bandung Masagi, pola pengenalan lingkungan sekolah dengan pendidikan karakter di SMA Negeri 8, Kota Bandung, Selasa (19/7) siang.

"Kami hapuskan perpeloncoan. Ini dilarang kapanpun juga. Ini praktik kolonial makannya kita hapuskan," kata Anies yang tampak menggunakan pakaian adat Sunda dilengkapi pangsi.

Menurut dia, dengan pola perpeloncoan sebenarnya bukanlah cara senior untuk disegani junior. Karena cara itu hanyalah ajang membuat malu secara massal. Semisal, menggunakan pakaian dengan pernak-pernik aneh. "Pakai tali rapia, kaos kaki, baju aneh. Itu mempermalukan saja, ini harus dihilangkan," terangnya.

Cara-cara lama itu sebenarnya akan terus mengakar jika dibiasakan dari sekolah. Dari SMP mungkin akan ditularkan ketika SMA, dan selanjutnya bahkan hingga di tempat kerja yang merasa dirinya adalah senior.

"Pengalaman senior ditekan junior dibiasakan sampai masuk kerja. Budayanya sekarang harus diubah. Bangsa kita sudah merdeka. Mari mengajarkan ketagguhan dengan kedamaian," ungkapnya.

Satu pesan terakhir yang disampaikan Anies pada para siswa: Jadilah pemimpin muda. Bukan penguasa muda.

"Penguasa itu hanya ditujukan untuk senior. Kalau pemimpin muda akan diikuti secara sukarela. Makannya jadilah pemimpin muda. Dia diakui karena memang menarik, idenya bagus," tandasnya.

Kredit

Bagikan