Mengintip kecanggihan Gedung Labtek XIV ITB

user
Muhammad Hasits 15 Desember 2017, 13:46 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Rektor ITB Kadarsah Suryadi meresmikan Gedung Laboratorium Teknologi (labtek) XIV SBM ITB di Kampus Ganesha Bandung, Kamis (14/12). Gedung 6 lantai dengan luas 5.482 meter persegi itu merupakan hibah dari PT Freeport Indonesia yang diserahterimakan pada hari yang sama dengan peresmian gedung.

Gedung Labtek XIV merupakan perluasan gedung lama Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB yang dibangun tahun 1954 dan pernah diperluas 1962. Gedung merupakan hasil rancangan arsitek-arsitek senior ITB. Basauli Umar Lubis yang juga aktif sebagai staf pengajar Jurusan Arsitektur di Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB. Basauli mengatakan bahwa desain gedung melanjutkan upaya para Arsitek pertama Indonesia dalam mengembangkan arsitektur tropis.


ITB dengan dukungan PT Freeport Indonesia membangun gedung ini dengan turut menampilkan para ahli di bidangnya, antara lain Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknologi Informasi, Teknik Fisika, dan Desain. Membawa konsep green and smart building, Labtek XIV ITB mempunyai keunikan dan fitur berbeda dengan gedung lainnya di area komplek kampus ITB Ganesha.

Gedung dilengkapi dengan sel pengolah sinar matahari menjadi listrik untuk sistem pencahayaan gedung dan ruang merupakan salah satu bagian smart building di bidang energi pada gedung ini. Sistem ini merupakan perluasan dari Laboratorium Manajemen Energi untuk Program Studi Teknik Fisika ITB. Jumlah energi listrik yang digunakan dapat dipantau melalui monitor di setiap lantai dan kelas.

Para ahli dari Teknik Fisika ITB membantu dalam pengaturan tata suara berenergi rendah di dalam Auditorium gedung.  Tim konsultan interior dibantu oleh ahli interior dari Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB dalam menampilkan ornamen Papua yang lekat dengan unsur tradisional pedalaman ke dalam bentuk modern.

Beberapa fasilitas yang disediakan dalam gedung ini untuk kegiatan perkuliahan, perkantoran, dan pusat riset bisnis di antaranya adalah ruang kelas, ruang teleconference, auditorium, ruang kantor dan bisnis. Harapan kedepan gedung ini dapat memberikan kontribusi positif bagi kegiatan perkuliahan dan riset bisnis di ITB.

Penanggung jawab pembangunan Gedung Labtek XIV, Budi Permadi Iskandar mengatakan bahwa tahap penyelesaian gedung dilaksanakan dua tahun setelah peletakan batu pertama pada 2015. "Penyelesaian interior dilakukan dengan bantuan perusahaan dan pribadi-pribadi, di antaranya ialah BCA, Triputra Agro, Bank BNI, dan Bank BTN, Noni Sri Ayati Purnomo, Adrianto Djokosoetono, Hatta Rajasa dan Bakti S. Luddin," ungkap Budi melalui siaran pers yang diterima Merdeka Bandung.

Kredit

Bagikan