Tel-U resmikan perpustakaan modern megah dan nyaman

user
Mohammad Taufik 22 Februari 2017, 17:16 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Telkom University menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan pengetahuan dengan membangun sebuah pusat pengetahuan (the center of knowledge) bernama 'Open Library'. Pusat pengetahuan ini didukung oleh teknologi informasi digital dan fasilitas modern, yang diperuntukkan tak hanya bagi warga Telkom University, akan tetapi juga masyarakat umum.

Hal ini terungkap dalam The Grand Launching of Telkom University Open Library, di Aula Manterawu Telkom University Jalan Telekomunikasi Nomor 1 Bandung, Rabu (22/2). Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Muh. Syarif Bando, Bunda Literasi Jawa Barat Netty Heryawan, Ketua Yayasan Pendidikan Telkom Dwi S. Purnomo, serta Rektor Telkom University Moch. Ashari.

Telkom University Open Library kini berdiri di atas area 3.200 meter per segi dengan kapasitas 1.000 orang, yang dilengkapi oleh fasilitas katalog digital, mini teater, 14 ruang diskusi, akses wifi, library cafe, ruang multimedia, ruang akses koleksi digital, enam area baca dan ruang ibadah.

Seluruh akses tersebut dapat diakses oleh para pengguna Open Library selama enam hari dalam seminggu, secara gratis. Untuk memudahkan operasional, Open Library didukung oleh sistem informasi yang terintegrasi yang dapat mengolah dan mengelola berbagai koleksi pengetahuan serta layanan Open Library.

Rektor Telkom University Moch. Ashari mengatakan perpustakaan merupakan jantung dari sebuah institusi pendidikan. Oleh karena itu, Telkom University memiliki komitmen tinggi untuk memperkuat dan mempertinggi jantung sebagai pusat pengetahuan di Telkom University.

"Telkom University Open Library yang mengambil konsep 'green futuristic' adalah perpustakaan modern yang dalam hal desain atau isinya diperuntukkan memenuhi kebutuhan mahasiswa ataupun masyarakat, serta untuk mengantisipasi kemajuan teknologi ataupun sistem pendidikan di masa depan. Semoga bermanfaat," katanya dari rilis yang diterima Merdeka Bandung, Rabu (22/2).

Sejak tahun lalu, Telkom University telah menjadi salah satu perguruan tinggi perintis gerakan Open Access (OA), dengan membuka akses online terhadap 14.467 tugas akhir, skripsi dan tesis, 15.970 file abstrak, dan 7.822 jurnal eproceeding untuk masyarakat umum.

Sampai saat ini, jumlah anggota Open Library dari masyarakat umum telah mencapai 640 orang. Tahun ini, Telkom University ingin menggenapkan visinya berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni, dengan membangun pusat pengetahuan yang fasilitasnya modern.

Wakil Rektor III AMA. Suyanto mengatakan, Telkom University memiliki roadmap yang jelas mengenai pengembangan Open Library sebagai pusat pengetahuan. Jika tahun lalu Telkom Univesity memulai gerakan OA, maka tahun ini targetnya adalah melahirkan embrio The Center of Knowledge.

"Jadi tahun 2020 nanti Telkom University sudah memiliki an excellent center of knowledge," ujarnya.

Kredit

Bagikan