4.608 Pengawas dilibatkan dalam SBMPTN di Panlok Bandung

Bandung.merdeka.com - Hari ini ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 dimulai secara nasional. Di Panitia Lokal (Panlok) 34 Bandung, ujian digelar di dua Subpanlok, yakni Bandung dan Tasikmalaya.
Untuk mengawasi jalannya ujian SBMPTN 2016 Panlok 34 Bandung menurunkan 4.608 pengawas. Mereka terbagi di Subpanlok Bandung sebanyak 4.308 pengawas dan Subpanlok Tasikmalaya 300 orang.
Sekertaris Eksekutif 1 Panlok 34 Bandung SBMPTN 2016, Asep Gana Suganda mengatakan perbandingan jumlah pengawas 1 berbanding 10.
"Menurut standar panitia nasional, jumlah pengawas 1 banding 20 peserta. Tapi pengawas kami 1 banding 10 peserta," kata Asep dalam junpa pers di Kampus ITB, Bandung, Selasa (31/5).
Unsur pengawas terdiri dari dosen, mahasiswa hingga guru. Ia menegaskan dengan jumlah pengawas tersebut diharapkan penyelenggaraan SBMPTN lancar. "Jadi kalau di dalam ruangan ada 20 peserta, jumlah pengawasnya 2 orang," katanya.
Para pengawas tersebut bertugas mengawasi penyelenggaraan SBMPTN yang tersebar di 2.304 ruangan di 233 lokasi dengan rincian 218 lokasi di Subpanlok Bandung dan 15 lokasi di Subpanlok Tasikmalaya.
Target peserta SBMPTN di Panlok 34 Bandung sebanyak 41.800 peserta. Menurut data terkini, jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 46.056 orang.
Dari jumlah tersebut, ada 12 peserta berkebutuhan khusus yang terdiri dari delapan tuna netra, satu tuna rungu, dan tiga tuna daksa.
Tadinya, ada peserta yang sakit dan akan tetap melaksanakan ujian SBMPTN di dalam mobil ambulance. Namun peserta yang sakit Demam Berdarah Dangue itu batal mengikuti ujian karena kondisi yang tak memungkinkan.
"Yang ambulance tak jadi karena dokter tidak rekomendasikan untuk ikut ujian," kata Sub Humas SBMPTN 2016 Soni A Nulhaqim.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak