Jabar tak khawatir ada rasionalisasi pemangkasan PNS


Ilustrasi PNS
Bandung.merdeka.com - Pemprov Jabar tidak terlalu khawatir dengan adanya penerapan rasionalisasi pemangkasan 1 juta pegawai negeri sipil (PNS) yang dilakukan pemerintah pusat. Sejak 2010 Pemprov Jabar sudah melakukan rasionalisasi PNS secara bertahap.
Hal itu bisa dilihat dari jumlah PNS Pemprov Jabar yang awalnya 15.000 sekarang tinggal 13.300 orang. Karena itu rencana rasionalisasi tidak akan terlalu mengejutkan karena langkah antisipasi sudah berjalan panjang.
"Sejak 2010 rasionalisasi ini sudah dilakukan," kata Sekda Jabar Iwa Karniwa di Bandung, Kamis (19/5).
Menurut dia dalam langkah-langkah tersebut Pemprov sudah bisa menurunkan belanja pegawai dimana dalam APBD 2007 lalu yang mencapai 30 persen kini hanya tinggal 7 persen. Sementara langkah rasionalisasi antara lain PNS yang pensiun diganti jumlahnya lebih kecil dibanding yang pensiun.
"Ada juga kebijakan pensiun dini dengan landasan Pergub," ungkapnya. Program pensiun dini ini memberi kesempatan pada PNS yang sudah memiliki masa kerja 20 tahun atau berusia 50 tahun untuk mendapat pesangon.
Dia menambahkan, program yang digelar sejak 2010 tersebut, ternyata memang diminati. Karena diminati efisiensi anggaran juga bisa mencapai Rp 55 miliar saban tahunnya. "Dalam setahun rata-rata 100 PNS mengajukan," ungkapnya.
Namun program ini sejak tahun lalu dihentikan oleh Pemerintah Pusat karena payung hukumnya akan disesuaikan terlebih dahulu secara menyeluruh dengan aturan di atasnya. Dari sini, Iwa memastikan Pemprov Jabar tidak ada masalah dengan rencana rasionalisasi pusat.
"Karena jumlah PNS juga sudah mendekati ideal. Tinggal mengurangi beberapa yang kosong, ini kita lakukan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak