Gubernur Jabar belum terima laporan korban gempa di Garut

user
Farah Fuadona 07 April 2016, 11:10 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku, belum menerima laporan kerusakan atau korban akibat gempa di Garut, semalam. Gempa berkekuatan 6,1 Skala Ritcher (SR) di Barat Daya Garut, Jabar, tersebut bahkan terasa hingga Ibu Kota DKI Jakarta.

"Belum ada ya. Laporan apakah ada kerusakan atau tidak, mudah-mudahan tidak ada ya," kata pria yang akrab disapa Aher itu, di Gedung Negara Pakuan, Kamis (7/4).

Guncangan gempa di Selatan Jabar itu memang terasa hingga ke beberapa daerah di Jabar, tak kecuali Kota Bandung. Dilansir BMKG, gempa dilaporkan terjadi di 101 kilometer Barat Daya Garut, atau tepatnya di 8.30 Lintang Selatan dan 107.32 Bujur Timir.

"Dalemnya 10 kilometer. Bahayakan kalau patahan Bandung (Lembang)," ujarnya.

Menurut dia BPBD Jabar terus memantau apabila memang benar ada korban akibat gempa tersebut. "BPBD terus mantau. Siaga terus," ungkapnya.

Dia meminta semua pihak tetap terus waspada bencana. Menurut dia gempa adalah bencana yang pasti saja terjadi hanya saja, kapannya tidak akan pernah diketahui.

"Gempa itu sebuah gejala alam pasti terjadi. Kan ada lempengan geser, tapi yang tidak diketahui itu kapan geseran terjadi. Jadi diyakini secara ilmu pengetahuan akan ada geseran. Yang tidak bsa diprediksi kapan geseran terjadi. Yang dipantai pandai-pandai membaca kalau ada tsunami, rumah tinggi," jelas dia.

Kredit

Bagikan