Pusat studi Bahasa Sunda modal Unpad bersaing dikancah internasional

user
Farah Fuadona 29 Maret 2016, 13:41 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Persaingan global terjadi di semua lini termasuk di dunia pendidikan. Kampus-kampus di dalam negeri dituntut meningkatkan daya saing agar bisa bersaing dengan kampus di luar negeri.

Universitas Padjdjaran (Unpad) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung, Jawa Barat, berencana mendirikan Pusat Studi Bahasa Sunda. Pusat studi ini akan menjadi salah satu kelebihan Unpad di pentas persaingan nasional maupun internasional.

“Unpad mengembangkan visi pendidikan kelas dunia. Untuk meraih visi itu di antaranya membentuk pusat kebudayaan Sunda sebagai modal kita dalam persaingan dengan kampus internasional,” kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Yuyu Yuhana, kepada Merdeka Bandung.

Pusat Studi Bahasa Sunda Unpad nantinya khusus meneliti budaya kesundaan khususnya kesusastraan dan pengabdian masyarakat. Kegiatan akademik ini selaras dengan program kerja Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PP-SS), organisasi sastra yang didirikan sastrawan Ajip Rosidi 50 tahun lalu.

Maka dari itu, Unpad telah menandatangani kerja sama dengan PP-SS untuk sama mengembangkan sastra Sunda. Kerja sama ini diyakini akan memperkokoh pelestarian budaya Sunda yang bisa diakses masyarakat umum sekaligus menjadi kekhasan Unpad di level internasional.  

“Hingga kini Unpad memiliki jurusan sastra Sunda yang mencetak sarjana-sarjana Bahasa Sunda tiap tahunnya,” katanya.

Sementara Rektor Unpad Tri Hanggono Achmad menambahkan, kerja sama Unpad dan PP-SS di bidang dokumentasi dan penelitian karya sastra Sunda memiliki manfaat jangka panjang.

“Unpad punya komitmen memelihara dan melestarikan budaya Sunda. Sepanjang Unpad berdiri sastra sunda akan tetap ada,” tandasnya.

Kredit

Bagikan