Rayakan Ultah ISBI, 700 penari ditargetkan ikuti 'Bandung Ayo Menari'

Poster Bandung ayo menari
Bandung.merdeka.com - Sebanyak 700 penari ditargetkan menari dalam acara “Bandung Ayo Menari” di Car Free Day Dago, Minggu (27/3) mendatang. Acara ini terkait ulang tahun Jurusan Tari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung yang ke-48 sekaligus sebagai pembuka “Festival Tari Kreasi” di ISBI Bandung.
“Akan ada 700 penari di berbagai sanggar tari se-Kota Bandung, dari sekolah SMP dan SMA, mahasiswa dan dosen dalam rangka pembukaan Festival Tari Kreasi di ISBI Bandung,” terang Dosen Tari ISBI Bandung, Mas Nanu Muda, kepada Merdeka Bandung, Minggu (20/3).
Festival Tari Kreasi akan berlangsung di Kampus ISBI Jalan Buahbatu, Bandung selama tiga hari, yakni 29, 30, dan 31 Maret 2016. Selasa 29 Maret akan disajikan pentas tari dari SMP dan SMA se-Kota Bandung.
Kemudian Kamis 30 Maret disajikan pertunjukkan tari dari sanggar se-Kota Bandung. Puncaknya Jumat 31 Maret penyajian pertunjukkan tari dari dosen dan mahasiswa ISBI Bandung.
“Pertunjukkan unggulannya kita sajikan tarian dari dosen dan mahasiswa,” jelas Nanu.
Sedangkan pada acara Bandung Ayo Menari di Car Free Day Dago pekan depan, 700 penari akan memulai tariannya di Jalan Dayang Sumbi, masuk ke Jalan Ir H Djuanda (Dago), kemudian berakhir di Taman Cikapayang-Dago Bandung.
“Sepanjang jalan penari akan diiringi satu irama beragam gerak. Jadi gerak-gerak yang ditampilkan berasal dari tarian khas Jawa Barat,” katanya.
Ia menambahkan, dalam menggelar acara tersebut pihaknya bekerja sama dengan Dinas Budaya Pariwisata Kota Bandung, komunitas atau sanggar tari, sanggar seni Reak Tibelat dan Pendakar.
Festival tersebut digelar untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tari, membangun kreativitas para seniman tari dan penari.
“Kita harap baik masyarakat maupun pemerintahan memangnun bersama peningkatan apresiasi dan kualitas seni tari tradisi,” katanya.
Ia menambahkan, seni tari merupakan bagian dari karakter bangsa yang harus diapresiasi dari generasi ke generasi. Lewat tari ditanampan pendidikan dasar mencintai budaya sendiri.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak