Belum ada kata sepakat atas temuan 'kaki katak' dalam susu kemasan

Ilustrasi
Bandung.merdeka.com - Sidang musyawarah antara konsumen dan produsen susu PT Ultrajaya Milk Industri digelar. Musyawarah itu digelar di kantor Badan Penyelesaian Sengkete Konsumen (BPSK) Bandung.
Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Salamatul itu, belum ditemukan kata sepakat antara konsumen, dalam hal ini orang tua korban Rini Tresna Sari dan perwakilan PT Ultra Jaya.
"Sidang tadi agenda membacakan gugatan dan jawaban. Tapi belum ada kata sepakat baik dari konsumen atau pelaku usaha," kata Ketua Umum Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jabar-Banten-DKI, Firman Turmantara kepada merdeka.com, Senin (7/3).
Hanya saja, dalam sidang musyawarah yang dilakukan untuk kali pertama dorongan untuk sepakat hadir dari Majelis Hakim. Meski demikian keputusan tetap ada pada pihak tergugat dan penggugat. "Tampaknya tadi konsumen dan pelaku usaha mau berdamai," ujarnya.
Pihaknya mengaku tak masalah jika pada akhirnya kata sepakat menjadi jalan keluar. Tapi bukan berarti kasus tersebut juga terhenti. Terlebih jika ada kemasan lainnya yang dikhawatirkan terkontaminasi.
Menurutnya masih banyak susu kemasan yang satu produksi dengan apa yang diminum korban. "Damai boleh tapi langkah pembuktian harus dilakukan karena inikan produksi banyak," ungkapnya.
Sidang rencananya bakal dilakukan Kamis (10/3). Diharapkan dalam sidang selanjutnya ada kata sepakat dari kedua belah pihak.
Sebelumnya diberitakan PT Ultrajaya digugat konsumen usai anaknya dirawat. Pasca minum susu kemasan yang ditemukan benda mirip kaki katak. Hasil diagnosa sendiri korban diduga keracunan usai mengonsumsi susu tersebut.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak