Temuan benda diduga kaki katak momen penyadaran konsumen dan produsen


Ilustrasi Susu Formula
Bandung.merdeka.com - Ketua Umum Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jabar-Banten-DKI, Firman Turmantara, mengatakan temuan benda diduga kaki katak menjadi momen bagi penyadaran dan konsumen. Konsumen harus cerdas dalam menyikapi produk yang merugikan, produsen harus menyajikan produk aman dan kualitas.
"Ini pembelajaran buat konsumen, jangan kalau dirugikan suatu produk diterima saja sebagai nasib. Ini momen yang bagus bagi penyadaran konsumen," kata Firman, saat dihubungi, Selasa (23/2).
Fiirman menuturkan, 11 Februari lalu HLKI menerima laporan dari konsumen berinisial RTS (46) terkait anaknya berinisial A (7) yang diduga keracunan setelah minum susu kemasan. Di dalam susu kemasan tersebut ditemukan benda diduga kaki katak. A kemudian dirawat di rumah sakit di Bandung.
Konsumen sudah meminta pertanggungjawaban pada perusahaan susu tersebut, namun kurang mendapat respon. Dalam meminta pertanggungjawaban tersebut, perusahaan harus bertanggung jawab terhadap produk yang diduga mengandung benda asing tersebut.
Konsumen, kata Firman, sempat menyerahkan barang bukti berupa kemasan dan benda asing. Namun hasil penelitian dinilai kurang memuaskan.
"Tapi konsumen bertindak cerdas, barang bukti dibagi dua, yang pertama kemasannya dibagi dua, kemudian benda asing mirip selangkangan kodok dibagi dua. Jadi alhamdulillah kita bisa melakukan penelitian sendiri pada spesies ini. Karena hasil penelitian perusahaan menurut norma laboratorium tidak memenuhi syarat," ungkapnya.
Menurut dia, penelitian yang dilakukan produsen hanya bersifat fisik saja. Sementara masalah kandungan susu yang bisa menyebabkan anak sakit tidak dijelaskan. HLKI berencana mencari laboratorium independen untuk meneliti produk susu kemasan tersebut.
"Saya dan konsumen lagi nyari lab yang independen. Dan harusnya penelitian dilakukan secara independen supaya netral. Supaya ada kejelasan untuk pembelajaran produk," katanya.
Ia menambahkan, langkah HLKI dan konsumen susu memperkarakan kasus tersebut untuk memastikan barang yang diproduksi aman oleh konsumen.
"Tugas HLKI bukan hanya membela dan menyelesaikan kepentingan individu, justru yang lebih konsen adalah kepentingan publik. Ini kan sudah terjadi, kami ingin cegah supaya tidak jatuh korban lagi," terangnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak