Kasus susu kemasan diduga kandung kaki katak, HLKI punya bukti kuat


Ilustrasi Susu Formula
Bandung.merdeka.com - Ketua Umum Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jabar-Banten-DKI, Firman Turmantara, mengatakan kasus minuman susu kemasan yang diduga mengandung benda mirip kaki katak, akan memasuki babak baru yaitu persidangan konsumen vs produsen susu kemasan.
"Kemarin kita baru daftar gugatan ke BPSK, nanti BPSK rapat untuk mentukan persidangan," kata Firman, saat dihubungi, Selasa (23/2).
Untuk diketahui, HLKI mendapat laporan dari konsumen berinisial RTS (46) terkait anaknya berinisial A (7) yang diduga keracunan setelah minum susu kemasan. A kemudian dirawat di rumah sakit di Bandung.
Di dalam susu kemasan tersebut ditemukan benda diduga kaki katak. HLKI mendapat laporan tersebut 11 Februari 2016. Sementara kejadian 27 Januari 2016. Pihak konsumen sudah meminta pertanggungjawaban produsen susu, namun perusahaan dinilai kurang kooperatif.
Maka didampingi HLKI, konsumen tersebut mengadukan produsen susu ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bandung, Senin (22/2).
Firman menjelaskan, berdasarkan Pasal 23 Undang-Undang Perlindungan Konsumen, pihak konsumen berhak mengajukan gugatan ke pengadilan atau ke BPSK. "Sebelumnya kita sudah melakukan mediasi seminggu, tidak ada titik temu," katanya.
Ia berharap, dalam waktu dekat persidangan sudah bisa digelar. "Mudah-mudahan sidang minggu depan, tidak terlalu lama," katanya.
Model sidang yang akan ditempuh terdiri dari mediasi, konsiliasi dan arbitrase. Namun cara mediasi dan konsiliasi sudah ditempuh pihak konsumen. "Kelihatannya model arbitrase yang akan dipakai," katanya.
Tuntutan dalam sidang nanti bisa berupa ganti rugi kerugian yang diderita konsumen, dalam hal ini anak RTS. Ia menyebutkan, untuk membiayai perawatan anaknya RTS harus mengeluarkan biaya Rp 13 juta.
Untuk persiapan sidang, pihaknya sudah menyiapkan bukti-bukti seperti kemasan susu, benda yang diduga kaki katak, serta rekam medis anak yang dirawat. "Menurut analisa dokter jelas keracunan makanan dalam hal ini minuman kemasan itu," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak