Darurat global, virus zika sebabkan keguguran & kepala janin mengecil


Ilustrasi bayi dengan microcephaly
Bandung.merdeka.com - Organisasi kesehatan dunia (WHO/World Health Organization) mengadakan sidang darurat untuk menangani penyebaran virus zika secara cepat. Organisasi ini juga menyatakan darurat global terhadap nyamuk pembawa virus berbahaya ini.
Bahkan, seperti dikutip dari BBC, deklarasi ini menempatkan zika dalam kategori yang sama seperti virus ebola yang menyerang beberapa negara di Afrika beberapa waktu lalu.
"Saya menyatakan sekarang ada sejumlah kasus (bayi) mengalami microcephaly dan kelainan neurologis lainnya di Amerika Latin mirip dengan sejumlah kejadian di Polinesia Perancis pada tahun 2014 dan merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," terang Dirjen WHO Margaret Chan.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di WHO juga merekomendasikan agar wanita hamil menunda bepergian ke negara-negara yang terkena virus Zika.
Meskipun 80 persen dari orang yang terkena virus tersebut tidak menunjukkan gejala, namun virus disebut-sebut sebagai penyebab potensial peningkatan microcephaly atau suatu kondisi di mana bayi lahir dengan lingkar kepala mengecil tidak normal.
Di Indonesia, peringatan bahaya virus zika juga sudah diperingatkan sejak dini. Menurut laman resmi Depkes RI, virus ini bisa berbahaya pada ibu hamil. Selain menyebabkan keguguran ibu hamil, virus ini juga berpotensi menularkannya kepada si janin.
Virus zika ini akan menyerang jaringan otot dan sistem saraf termasuk sistem saraf pusat di otak dari janin. "Dampak paling buruk adalah keguguran. Itu bisa saja terjadi bila memang sang ibu dalam keadaan drop sekali," ujar Dokter Umum dari Duta Kartini, Laila A saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (01/02).
Virus zika ini ditularkan oleh nyamuk aedes aegepti. Masih satu family dengan virus lain seperti virus penyebab penyakit demam berdarah, penyakit kuning, dan penyakit chikungunya.
"Gejalanya sama kayak demam berdarah, penderitanya akan mengalami suhu badan naik turun. Ini karena virus jadi penangannya lebih ke daya tahan tubuh," terangnya.
Jika mengalami gejala seperti demam berdarah, kata dia, "ada baik ya untuk segera konsultasi dengan dokter dan dipastikan apakah itu virus zika atau bukan."
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak