Api membakar pabrik plastik Cingondeweh diduga dari mesin produksi


Kebakaran pabrik plastik
Bandung.merdeka.com - Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik plastik PT Euodoo di Jalan Paralon II Nomor 21 RT 01 RW 04, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon. Tak hanya itu, tiga rumah milik penduduk juga ikut dilalap si jago merah dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Senin (01/02) pagi.
Salah seorang saksi mata, Faisal (28), petugas security pabrik plastik PT Euodoo, mengatakan api diduga berasal dari ruangan proses limbah ke biji plastik. Asal muasal api dari alat produksi yang tengah dipanaskan sebelum memulai proses produksi.
"Mesin kan biasanya dipanasin dulu sebelum bekerja. Pas proses pemanasan enggak ada yang ngontrol. Ada operator cuma bergiliran. Pas beberapa saat kemudian api sudah besar," ujar Faisal kepada Merdeka Bandung saat ditemui di lokasi.
Faisal mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di depan pos jaga, langsung bergegas untuk memadamkan api dibantu oleh warga. Namun api ternyata semakin membesar dan melalap rumah yang lokasinya bersebelahan dengan bangunan pabrik.
"Tak lama petugas kebakaran datang memadamkan api bersama warga," ungkapnya.
Sementara itu, Didin Jalaludin (43), warga Gang Al-Makbul, RT01 RW04, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, yang rumahnya turut terbakar, mengatakan api yang melalap rumahnya berasal dari pabrik yang berada tepat di depan rumahnya.
Lokasi tempat tinggalnya berada di kawasan permukiman padat penduduk membuat api dengan cepat menjalar ke beberapa bagian rumah.
Akibat dari kebakaran ini barang-barang di rumahnya habis terbakar serta uang Rp 16 juta ikut terbakar. "Semuanya barang-barang sama uang Rp 16 juta buat modal jualan sama tabungan hangus kebakar," kata Didin.
Didin mengaku saat peristiwa kebakaran terjadi dia sedang berjualan sayur di Pasar Pola Cijerah yang lokasinya tak jauh dari rumahnya. Sementara istri dan salah seorang anaknya tengah menjenguk mertuanya yang sedang sakit.
"Saya juga dapat informasi dari warga kalau rumah kebakar. Di rumah cuma ada anak saya yang lagi tidur, untung keburu dibangunin warga," katanya
Didin mengaku belum mengetahui akan tinggal di mana pasca-musibah kebakaran ini karens seluruh hartanya ludes. "Tapi tadi ada dari pihak pabrik plastik datang dan mendata kerugian akibat kebakaran ini. Saya berharap adanya uang ganti rugi," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak