Benarkan sering ke taman warga Bandung bahagia?

Ilustrasi bahagia
Bandung.merdeka.com - Semua orang tentu ingin hidup bahagia, termasuk warga Kota Bandung. Keinginan warga Bandung hidup bahagia ditandai dengan banyaknya kunjungan ke taman-taman publik.
Kepala Program Studi Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Unpad, dr. Teddy Hidayat, mengatakan rekreasi merupakan salah satu unsur yang membentuk indeks kebahagiaan. Hanya saja, kata dia, mengukur indeks kebahagiaan seseorang apalagi masyarakat sebuah kota tidak mudah. Sebab kebahagiaan merupakan sesuatu yang subjektif.
Parameter yang sering dipakai untuk mengukur indeks kebahagiaan selama ini menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) di antaranya data pendidikan, pemenuhan kebutuhan atau kesejahteraan, pekerjaan, perumahan, termasuk sarana rekreasi seperti taman.
“Secara umum kalau pemenuhan kebutuhan itu terpenuhi maka dia akan dinilai lebih bahagia. Apalagi tersedia juga tempat rekreasi seperti taman,” katanya.
Tapi menurut Teddy, komponen-komponen tersebut tidak cukup untuk mengukur indeks kebahagiaan. “Bukan berarti bahwa kalau orang sudah punya jabatan itu lantas dia bahagia. Koruptor juga belum tentu bahagia, dia punya jabatan, uang banyak, belum tentu bahagia,” katanya.
Begitu juga komponen pendidikan. Berdasarkan data BPS Kota Bandung, orang yang pendidikannya S1 ke atas tingkat kebahagiaannya lebih tinggi.
“Faktor pendidikan itu akan memengaruhi banyak tingkat kebahagiaan seseorang. Namun komponen-komponen tersebut masih kurang konprehensif. Tidak cukup dengan berapa penghasilannya, menyekolahkan anak sampai di mana, berapa luas tempat tinggalnya,” paparnya.
Dalam penelitian, kata dia, ada faktor lebih dalam lagi bahwa orang sederhana pun bisa hidup bahagia. “Orang yang di pesantren atau para kyai itu tidak punya materi yang banyak tapi hidup mereka lebih bahagia,” katanya.
Maka, kata dia, diperlukan alat ukur yang lebih baik agar bisa mendukung hasil survei BPS. Saat ini pihaknya sedang menyusun alat ukur konprehensif tersebut. Seandainya Pemerintah Kota Bandung mau bekerja sama dengan FK Unpad untuk mengukur indeks kebahagiaan warga Kota Bandung, ia menyatakan kesiapannya.
“Kalau pak wali kota memang mau mengukur, kenapa tidak kerja sama dengan kami. Akan kami ukurkan. Kami punya ahlinya, kami punya tenaganya. Kami siap kalau diminta,” ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak