Tips sederhana agar tidak gampang sakit dan panjang umur

user
Muhammad Hasits 05 Januari 2016, 16:41 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Pada zaman modern seperti sekarang ini, gaya hidup seorang sering kali mempengaruhi daya tahan tubuhnya. Gaya hidup yang tidak sehat menyebabkan orang mudah terserang penyakit, akibatnya adalah kematian.

Padahal, kalau orang mau mengubah gaya hidupnya menjadi sehat dapat mengurangi risiko kematian sampai 80 persen. Ini adalah hasil penelitian para ahli dari Johns Hopkins.

Jika ingin sehat harus melakukan diet mediterania, olahraga, berat badan seimbang, dan menghentikan kebiasaan merokok. Pola hidup tersebut memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Sebab kesehatan kardiovaskular tetap terjaga. Sehingga secara keseluruhan, risiko mati berkurang hingga 80 persen.

"Ini adalah penelitian pertama yang mengaitkan gaya hidup dengan penyakit jantung dan kematian dalam jangka panjang," terang Dr Haitham Ahmed seperti dikutip merdeka.com dari Medical Daily .

Sekitar 6.200 pria dan wanita dari berbagai suku - Afro-Amerika, Hispanik, China, dan kulit putih - dilibatkan dalam penelitian ini. Laporan kesehatan mereka diperiksa selama hampir delapan tahun.

Di antara ribuan responden, ternyata mereka yang makan makanan sehat, berat badannya seimbang, berolahraga teratur, dan tidak merokok terbukti tidak punya sejarah penyakit jantung atau risiko penyakit jantung. Namun hanya dua persen, atau 129 pria dan wanita, yang termasuk di dalamnya.

Sementara itu, Dr Ahmed juga menjelaskan tetap ada faktor yang tidak bisa dikontrol. Misalnya sejarah keluarga dan usia. Namun setidaknya empat perubahan gaya hidup tetap bisa mengurangi risiko kematian dini.

Meskipun demikian, usia memang bukan manusia yang menentukan. Penelitian ini hanya menyarankan agar kita mengubah gaya hidup demi menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Hasil penelitian lantas dilaporkan dalam American Journal of Epidemiology.

Kredit

Bagikan