Gadget ternyata bisa timbulkan 'autisme' pada anak


Ilustrasi Autisme Anak/www.dailymail.co.uk
Bandung.merdeka.com - Semua orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik buat anaknya, termasuk memberi mereka gadget. Tapi harus diingat, gadget bisa berdampak negatif pada anak. Buah hati akan cenderung hipoaktif, seperti anak autis.
Kepala Klinik Tumbuh Kembang Anak Rumah Sakit Hermina Pasteur, Bandung, dr Meita Damayanti, mengatakan berlebihan menggunakan gadget membuat anak cenderung anteng, tidak interaktif. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan perilaku.
"Anak yang terlalu anteng dengan gadgetnya membuat stimulasi aktif atau geraknya jadi berkurang, dia cenderung hipoaktif, diam saja jarang berinteraksi," kata Meita saat berbincang dengan merdeka.com baru-baru ini.
Ia menuturkan, beberapa kali menangani pasien anak yang kecanduan gadget. Orang tua sang anak mengeluh anaknya kurang bersosialisasi dengan teman sebaya. Ada juga anak yang menjadi penakut. Gadget juga membuat anak sulit mengatur waktu. Diperkirakan dari 1000 pasien anak 10 di antaranya terganggu perilakunya karena gadget. Ke depan diprediksi keluhan akibat gadget akan terus meningkat seiring makin berkembangnya teknologi gadget yang semakin canggih.
Keranjingan gadget membuat anak lebih banyak menggunakan motorik halus dan tidak memakai fungsi motorik kasar. Dampaknya, aktivitas yang menggunakan otot berkurang, misalnya jarang gerak atau sulit berolahraga. Kurangnya fungsi motorik kasar berdampak pada pertumbuhan fisik yang mengalami gangguan.
Menurutnya, pemberian gadget pada usia dini lebih banyak negatifnya daripada positifnya. Sayangnya banyak orang tua yang kurang menyadari bahaya gadget bagi tumbuh kembang anak. Bahkan kini anak usia dua tahun sudah kenal gadget. "Pemberian gadget ini perlu di bawah kontrol orangtua. Nah mengontrol inilah yang sulit dan harus tekun," ujarnya.
Ia menyarankan, pengenalan gadget pada anak sebaiknya disesuaikan perkembangan usia. Misalnya, jika usia anak sudah di atas lima tahun orang tua bisa memperkenalkan gadget, itu pun sebatas perkenalan. Jika terpaksa harus memberikan gadget pada anak yang sudah memasuki SD, berikan gadget yang tidak terlalu canggih, cukup untuk komunikasi dan berkirim pesan saja.
"Tumbuh kembang mereka akan lebih baik jika dibiarkan dalam permainan alami, misalnya mengenal huruf dan angka serta permainan lain yang lebih merangsang kreativitas anak. Mending kita kasih permainan yang real saja," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak