Dua cawapres yang diusung Ki Sunda ini punya misi khusus melaju di Pilpres 2019

Deklarasi cawapres usulan Ki Suda
Bandung.merdeka.com - Para pejuang Ki Sunda di tatar Jawa Barat, Banten, dan seluruh pelosok Nusantara sepakat mengusung dua nama besar asal Jawa Barat untuk melaju sebagai calon wakil presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.
Dua tokoh tersebut adalah Yuddy Chrisnandi selaku Mantan Menteri PAN RB yang sekarang menjadi Duta Besar RI untuk Ukraina, Georgia dan Armenia, dan Ahmad Heryawan sebagai mantan Gubernur Jawa Barat.
Diusungnya dua nama tersebut oleh Ki Sunda tentu bukan tanpa alasan. Kedua nama besar ini mengemban tugas untuk menjalankan misi khusus, di antaranya adalah menjaga eksistensi dan harkat martabat Ki Sunda.
Ketua Karukunan Tatar Sunda (KTS), Aceng Ahmad Nasir mengatakan, adanya pengusulan cawapres yang dilakukan oleh Ki Sunda adalah untuk eksistensi dan harkat martabat Ki Sunda dengan tawadhu.
"Kami dari Ki Sunda menyatakan bahwa warga Sunda bertekad untuk mendorong NKRI yang lebih maju berpijak pada empat pilar kebangsaan, lebih beradab, berkeadilan, serta menjunjung tinggi martabat dan kesetaraan antar suku," ujar Aceng, Minggu (5/8).
Bukan hanya itu, warga Sunda juga siap mendukung dan mensukseskan pemilihan presiden 2019 mendatang yang jujur, adil, dan transparan.
Warga Sunda siap mendukung dan memilih calon presiden 2019 yang memiliki kesungguhan komitmen dan keberpihakan pada rakyat Indonesia khususnya keberpihakkan kepada warga Sunda.
"Untuk itu kami mengusulkan kepada calon presiden mendatang dua potensi pejuang Ki Sunda sebagai calon wakil presiden yaitu Ahmad Heryawan, dan Yuddy Chrisnandi," imbuhnya.
Mencuatnya dua nama asal Tatar Sunda yang diusung untuk melaju dalam Pilpres 2019 ini sudah melalui tahap panjang melalui sebuah perenungan para pejuang Ki Sunda di tatar Jawa Barat, Banten, dan seluruh pelosok Nusantara.
Sementara itu, Ketua GENTRA Sunda, Robi Nurhadi mengatakan, warga Sunda selalu senantiasa konsisten dengan keputusan bersama bangsa Indonesia dari mulai pondasi bangsa yakni dalam bentuk penerimaan dan pembela utama empat pilar.
Yakni Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika hingga dukungan terhadap setiap proses perubahan sistem dan mekanisme demokrasi bangsa yang hingga hari ini belum menemukan bentuk sempurnanya.
"Apresiasi para elite politik dan pemegang kekuasaan dipusat pun sepertinya tidak lagi proporsional dengan apa yang telah diberikan warga Sunda. Bagai sebuah konspirasi, para elite mengabaikan para tokoh dan potensi Ki Sunda dalam kesempatan menempati posisi yang memungkinkan Ki Sunda ikut mengelika dan berjuang demi kepentingan bangsa Indonesia," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak