Tak bisa memasak, warga Garut keluhkan gas 3 kilogram kosong di pasaran

user
Endang Saputra 16 Juni 2018, 12:17 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Sejumlah warga di Kabupaten Garut, Jawa Barat harus bersusah payah mendapatkan gas elpiji 3 kilogram menjelang dan saat hari raya Idul Fitri sehingga warga tidak dapat beraktivitas memasak.

"Ya sampai sekarang saya belum dapat gas," kata Irwan (42) warga Desa Godog, Kecamatan Karangpawitan, Garut, seperti di lansir Sabtu.

Seperti dilansir dari Antara, Irwan mengatakan, sehari sebelum Lebaran sudah mencari gas ke beberapa warung sekitar rumahnya tetapi semuanya kosong.

Bahkan, Irwan pernah mencari ke sejumlah warung yang jaraknya lebih jauh ke sekitar kota Garut, tetapi sama gas subsidi tersebut tidak tersedia di warung.

"Saya cari gas ke mana-mana sama tidak ada, enggak tahu kenapa gas sampai tidak ada di warung," kata dia.

Akibat sulitnya gas tersebut, Irwan mengaku tidak bisa memasak dan untuk memenuhi kebutuhannya terpaksa dia harus membeli makanan siap saji.

"Karena tidak ada gas, terpaksa kalau mau makan beli ke luar," ungkapnya.

Sementara itu, warga lainnya Ningrum, mengatakan jika pun ada gas elpiji di warung harganya cukup mahal yakni Rp 30 ribu dibandingkan hari-hari biasanya hanya Rp 25 ribu per tabung.

"Kalau biasanya Rp 25 ribu, sekarang kata tetangga yang dapat gas harganya Rp 30 ribu," kata Ningrum warga Perumahan Malayu Selaras, Kecamatan Tarogong Kaler.

Pemilik warung yang mengecer gas subsidi di Garut, Farhan, mengatakan sudah tiga hari sebelum Lebaran tidak menjual gas subsidi.

Ia mengatakan, biasanya gas dipasok sebanyak 10 tabung per tiga hari, tetapi sekarang sudah beberapa hari tidak ada yang memasok gas.

"Yang kosong cuma gas tiga kilo, tetapi kalau gas yang 5,5 kilo masih tersedia," kata Farhan pemilik warung di Jalan Jenderal Sudirman, Garut.

Kredit

Bagikan