Kadinsos Kota Bandung imbau masyarakat tidak beri uang ke pengemis

user
Endang Saputra 24 Mei 2018, 15:01 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung Tono Rusdiantono mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberi uang kepada gelandangan pengemis (gepeng). Alih-alih membantu, menurut Tono, tindakan memberi uang justru hanya membuat keberadaan mereka semakin banyak.

Apalagi kata Tono kecenderungan jumlah gepeng meningkat di bulan Ramadan. Kondisi ini dinilai mengganggu ketertiban di Kota Bandung

"Karena kita iba kemudian memberikan uang itu tidak mendidik. Malah membuat mereka menjadi malas.Orang minta-minta langsung dapat duit jadi kerasan di Bandung," ujar Tono kepada wartawan di Taman Sejarah, Kamis (24/5).

Hal itulah kata Tono yang membuat gepeng semakin tumbuh subur di Kota Bandung. Apalagi Kota Bandung sebagai salah satu kota besar memiliki daya tarik bagi para gepeng. Gula-gula ekonomi banyak tumbuh di kota ini.

"Jadi saya mohon bantuannya kepada semua warga Bandung atau wisatawan pendatang dan tamu yang masuk ke kota Bandung yang pakai kendaraan atau lagi berjalan-jalan, kalau menemukan PMKS, gelandangan pengemis yang melakukan kegiatan meminta- minta, kuncinya satu tidak memberikan uang," tegasnya.

Tono mengungkapkan, bahwa sebagian besar gepeng yang ada di Kota Bandung berasal dari luar kota. Mereka sengaja datang ke Kota Bandung untuk mencari nafkah dengan mengemis.

Tono menyebut jika warga ingin memberikan sumbangan, lebih baik disampaikan kepada lembaga-lembaga sosial resmi.

"Jadi kuncinya agar PMKS di Bandung tidak semakin banyak dengan tidak memberikan uang kepada gepeng. Lebih salurkan kepada lembaga resmi yang sudah sesuai denga aturan," katanya.

Kredit

Bagikan