Pekan ini, harga telur dan daging ayam di Bandung mulai naik

user
Muhammad Hasits 08 Mei 2018, 19:07 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional mulai mengalami kenaikan. Sedikitnya ada dua komoditas yang mengalami kenaikan yakni telur dan daging ayam.

Pantauan di Pasar Sadang Serang, harga daging ayam berada di kisaran Rp 37 ribu hingga Rp 38 ribu. Sementara harga telur berada di kisaran Rp 25 - 26 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging ayam , Rudi Gunawan (36) mengatakan, kenaikan harga mulai terjadi sejak dua pekan lalu. Harga daging ayam akan terus naik hingga menjelang datangnya bulan Ramadan.

"Mulai dari dua minggu ke belakang harga daging ayam merangkak naik. Harga normalnya itu di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 32 ribu. Sekarang harganya Rp 37 ribu sampai Rp 38 ribu. Kalau telur harga normalnya Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram. Sekarang jadi Rp 25 ribu hingga Rp 26 ribu," ujar Rudi kepada Merdeka Bandung saat ditemui di kiosnya, Senin (7/5).

Menurutnya, kenaikan harga biasa terjadi menjelang datangnya bulan Ramadan. Hal ini karena melonjaknya permintaan dari masyarakat. "Jadi permintaan banyak, pasokan kurang," katanya.

Rudi menyebut, bahwa kenaika daging ayam dan telur diprediksi akan terus berlanjut mendekati bulan Ramadan. Harga daging ayam bahkan diprediksi dapat menembus kisaran harga Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu.

Sementara harga daging sapi hingga saat ini terpantau masih stabil yakni berada di harga Rp 120 ribu per kilogram. Begitu  juga dengan harga beras. Harga beras medium berada di harga Rp 10 ribu per kilogram dan beras premium sebesar Rp 12.500 per kilogram.

Sementara itu,  Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Eric M. Attauriq mengaatakan, secara umum harga kepokmas relatif stabil. Hanya dua komoditas yang mengalami kenaikan yakni telur dan daging ayam.

Menurutnya kenaikan harga telur dan daging ayam masih dalam batas toleransi. Eric menyebut bahwa stok kepokmas juga masih relatif aman, belum ada kelangkaan barang-barang kebutuhan masyarakat.

"Kami juga mengecek ketersedian itu. Alhamdulillah di pasar masih aman," ungkapnya.

Eric mengatakan pihaknya terus memantau harga kepokmas di pasar tradisional. Termasuk berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Disperindag Provinsi Jawa Barat, dan juga Satgas Pangan.

"Termasuk juga bekerjasama dengan Bulog jika nantinya ada lonjakan harga beras. Kita bisa melaksanakan kerjasama dengan Bulog untuk operasi pasar. Bulog juga sudah siap standby stok cadangan berasnya," ucapnya.

Eric meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan potensi lonjakan harga di pasar. Pemerintah akan berupaya mengantisipasi dan menangani jika ada kenaikan di luar standar.

"Satgas pangan memantau dan apabila terbukti ada penimbunan maka satgas akan melakukan tindakan sesuai ketentuan berlaku," katanya.

Kredit

Bagikan